Wayan Sudirta DPR Puji Humanisme Polri Hingga Minta Anggaran Polairud Tak Dipangkas

jpnn.com
1 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI Dr. I Wayan Sudirta memberikan sejumlah catatan penting kepada jajaran Polri mengenai penanganan unjuk rasa yang lebih manusiawi, harmonisasi kerukunan umat beragama di Bali serta penguatan anggaran Korpolairud.

Hal tersebut disampaikan I Wayan Sudirta dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPR RI bersama Kabaharkam Polri Komjen Karyoto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

BACA JUGA: Sidang Uji Materi UU Cipta Kerja, I Wayan Sudirta DPR Pastikan Lindungi Pengguna Telekomunikasi

Peningkatan Humanisme Polri

Wayan mengawali pernyataannya dengan memberikan apresiasi terhadap kemajuan Polri dalam menjaga demokrasi.

BACA JUGA: I Wayan Sudirta DPR Terima Camat dan 10 Kades se-Kecamatan Susut, Berbagi Wawasan Jangan Sampai Terjerat Kasus Hukum

Menurut dia, berdasarkan pantauan di media sosial, Polri menunjukkan perubahan signifikan dalam menangani aksi demonstrasi.

"Polri sekarang jauh lebih manusiawi ketika menangani kasus-kasus demonstrasi dan unjuk rasa. Ini apresiasi yang luar biasa, bukan basa-basi, tapi data memang menunjukkan ada kemajuan," ujar Wayan.

BACA JUGA: I Wayan Sudirta Resmi Jadi Ketua Umum IKA Program Doktor Hukum UKI 2025-2030, Simak Pidatonya, Pakai Frasa Berdampak Nyata

Dia berharap pendekatan yang lebih humanis, penolong, dan bersahabat ini terus dipertahankan, terutama dalam pelaksanaan tugas kepolisian di jalanan

Harmonisasi Nyepi dan Idulfitri di Bali

Terkait kerukunan umat beragama, Wayan menyoroti pelaksanaan Hari Raya Nyepi yang berdekatan dengan momen Idulfitri di Bali.

Dia mengapresiasi peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan imbauan dari Ketua GP Ansor Bali.

Dalam imbauan tersebut, umat Islam di Bali diharapkan dapat melaksanakan ibadah di rumah saat warga Hindu merayakan Nyepi demi menjaga kekhusyukan.

"Mungkin ini perlu dikomunikasikan dengan cara yang paling halus untuk tetap menjaga harmonisasi. Makin banyak yang bisa mengikuti imbauan GP Ansor, itu pasti makin baik," tuturnya.

Dia juga menekankan pentingnya sinergi antara Polri dengan Pecalang (petugas pengamanan adat Bali) yang dinilainya memiliki kewibawaan tinggi dalam menjaga ketertiban di lapangan.

Soroti Anggaran Polairud

Terakhir, politikus PDIP ini memberikan catatan kritis mengenai anggaran Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Korpolairud).

Wayan menemukan adanya kontradiksi antara penambahan anggaran dan efisiensi dalam laporan Polri.

Wayan meminta agar Polri tidak memberlakukan efisiensi atau pemotongan anggaran bagi Polairud, mengingat beban kerja yang berat di wilayah perbatasan.

"Khusus untuk Airud, janganlah ada efisiensi. Berikan penambahan yang ada tanpa dikurangi. Ini penting terutama di daerah perbatasan, ketika harus mengejar kapal asing yang teknologinya jauh lebih hebat dari kapal kita," tegas Wayan.

Wayan berharap Polri dapat memaksimalkan komunikasi dengan berbagai pihak agar seluruh agenda pengamanan nasional, baik dari sisi sosial-keagamaan maupun kedaulatan wilayah perairan, dapat berjalan dengan puas dan maksimal.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich Batari


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sebut Eksekusi Hotel Sultan Dipaksakan, Hamdan Zoelva Laporkan Ketua PN Jakpus dan Pengadilan Tinggi Jakarta ke KY
• 27 menit lalutvonenews.com
thumb
Resmi Diluncurkan! Ini Tampilan Jersey Baru Timnas Indonesia yang akan Dipakai di FIFA Series 2026
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Tak Mudik Lebaran Tahun Ini? Ini 5 Cara Tetap Rasakan Hangatnya Suasana Lebaran di Perantauan
• 17 jam lalugrid.id
thumb
Iran Bakal Serang Pusat Data di Arab yang Digunakan Amerika Serikat
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Presiden FIFA Banggakan Kemajuan Sepakbola Indonesia pada Dunia
• 1 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.