4 Persen Perempuan Indonesia Alami Gangguan Intim, Pakar: Jangan Tabu Periksa

mediaindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita

ISU kesehatan intim perempuan masih sering menjadi topik yang jarang dibicarakan secara terbuka di masyarakat. Padahal, berbagai kondisi kesehatan yang berkaitan dengan tubuh dan fungsi organ reproduksi perempuan dapat memengaruhi kenyamanan, kepercayaan diri, hingga kualitas hidup secara keseluruhan.

Data terbaru per Maret 2026 menunjukkan fakta yang cukup mengejutkan: sekitar 4 persen perempuan di Indonesia mengalami gangguan kesehatan intim yang membutuhkan perhatian medis. Jika dilihat dari jumlah populasi perempuan di Indonesia yang sangat besar, angka tersebut menunjukkan bahwa jutaan perempuan berpotensi menghadapi persoalan serupa.

Namun, berbagai keluhan kesehatan yang berkaitan dengan area intim sering kali tidak ditangani secara optimal. Salah satu penyebab utamanya adalah stigma sosial dan rasa tabu yang membuat perempuan merasa tidak nyaman untuk membicarakan masalah tersebut, bahkan kepada tenaga medis sekalipun.

Baca juga : Mengapa Mikrobiota Vagina Menentukan Kesehatan Perempuan? Ini Penjelasannya

Pentingnya Pendekatan Kesehatan Terintegrasi

Founder Health360 Indonesia sekaligus dokter obstetri dan ginekologi, dokter Ni Komang Yeni Dhana Sari, menilai bahwa kesehatan perempuan perlu dipahami secara lebih menyeluruh. Menurutnya, berbagai keluhan yang dialami perempuan sering kali tidak berdiri sendiri, tetapi berkaitan dengan kondisi tubuh secara keseluruhan.

“Kesehatan perempuan tidak bisa lagi dilihat secara terpisah antara aspek medis, estetika, maupun psikologis. Karena itu, layanan kesehatan perlu menghadirkan pendekatan yang lebih komprehensif dan berfokus pada kebutuhan perempuan sepanjang fase kehidupannya,” ujar dr. Yeni.

Sepanjang siklus kehidupannya, perempuan mengalami berbagai perubahan tubuh, mulai dari masa reproduksi, kehamilan, pascapersalinan, hingga memasuki masa penuaan. Perubahan tersebut disertai dengan fluktuasi hormon yang memengaruhi fungsi tubuh secara luas.

Baca juga : Darah Menstruasi Bisa Jadi Sarana Deteksi Dini Kanker Serviks

Kaitan Hormonal dengan Kesehatan Kulit

Kondisi kesehatan internal perempuan sering kali tercermin melalui kesehatan kulit. Dokter spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika, dokter Maria Clarissa Wiraputranto, menjelaskan bahwa kulit memiliki hubungan erat dengan perubahan hormonal.

“Kulit memiliki reseptor hormon seperti estrogen, progesteron, dan androgen. Kondisi kulit sering kali menjadi cerminan dari kesehatan hormonal dan reproduksi perempuan,” jelas dr. Maria.

Beberapa kondisi kulit yang dipengaruhi fase kehidupan perempuan antara lain:

  • Masa Menstruasi: Peningkatan hormon memicu produksi minyak berlebih dan jerawat.
  • Masa Kehamilan: Perubahan hormon dapat menyebabkan hiperpigmentasi seperti melasma.
  • Pascapersalinan & Menopause: Penurunan kolagen yang menyebabkan kulit kering, sensitif, dan munculnya kerutan.
Peran Brain Wellness dalam Kualitas Hidup

Selain kesehatan fisik, kesejahteraan mental melalui brain wellness (kesehatan otak) menjadi bagian penting. Dokter spesialis neurologi, dokter Alifa Dimanti, menjelaskan bahwa otak adalah pusat pengatur emosi, memori, hingga pola tidur.

“Dalam kehidupan modern yang penuh tekanan, banyak perempuan menghadapi stres berkepanjangan dan beban peran yang kompleks. Hal ini pada akhirnya memengaruhi kesehatan otak dan kesejahteraan emosional,” ungkap dr. Alifa.

Para ahli sepakat bahwa pendekatan kesehatan yang terintegrasi—menggabungkan ginekologi, dermatologi, hingga neurologi—adalah kunci bagi perempuan untuk memahami tubuhnya secara utuh. Dengan meningkatnya kesadaran, diharapkan tidak ada lagi perempuan yang merasa tabu untuk mencari solusi medis demi hidup yang lebih sehat dan percaya diri. (H-3)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bareskrim Sita Aset Rp300 Miliar di Kasus Dana Syariah Indonesia
• 16 jam laluokezone.com
thumb
Dedi Mulyadi Dicegat Puluhan Mahasiswa yang Demo Banjir di Bekasi, Responnya Jadi Sorotan Gegara ini
• 8 jam lalugrid.id
thumb
BCA (BBCA) Tebar Dividen Tahun Buku 2025 Rp336 per Saham atau Setara Rp41,3 Triliun
• 13 jam lalubisnis.com
thumb
Gus Yaqut Datang ke KPK, Penuhi Panggilan sebagai Tersangka Kasus Kuota Haji
• 13 jam lalurctiplus.com
thumb
PLN Tambah SPKLU di Jalur Mudik Lebaran 2026 untuk Antisipasi Lonjakan Mobil Listrik
• 1 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.