Jakarta: Kelme Indonesia resmi meluncurkan jersei terbaru timnas Indonesia. Peluncuran digelar melalui festival Leave Your Mark Fest 2026 di Plaza Utara Gelora Bung Karno (GBK), Kamis malam, 12 Maret 2026.
Pada peluncuran tersebut, Kelme memperkenalkan dua varian jersei yakni kandang (home) dan tandang (away). Jersei timnas dirilis dalam dua versi yaitu player issue dan replica.
Versi player issue dijual dengan harga Rp1.449.000 dan dilengkapi kotak eksklusif. Sedangkan replica dipasarkan seharga Rp749.000 tanpa kotak khusus.
Jersei kandang timnas Indonesia tetap mempertahankan dominasi warna merah. Desainnya mengambil inspirasi dari sejarah sepak bola nasional dengan menampilkan kembali garis merah putih yang pernah menjadi identitas tim di masa lalu. Konsep ini juga merujuk pada jersei legendaris era 1999 yang dipadukan dengan unsur klasik dari periode sebelumnya.
Baca Juga :
Eliano Reijnders Siap Bersaing di TimnasSementara itu, jersei tandang didominasi warna putih dengan sentuhan desain yang terinspirasi dari kekayaan budaya Indonesia. Motifnya memadukan garis, titik, dan simbol khas batik.
"Yang menjadi inspirasi jersei away kita itu diambil inspirasinya dari motif batik parang. Tapi kita kembangkan lagi. Itu yang menjadi inspirasi kita dan untuk bisa menghadirkan nuansa tradisional tetapi juga modern," ungkap Kevin.
Peluncuran jersei baru Timnas Indonesia. Foto: MI/Dhika Kusuma Winata.
Pendekatan tersebut, menurut Kelme, demi menghadirkan interpretasi modern terhadap elemen tradisional.
Jersei terbaru ini akan dipakai untuk timnas sepak bola dan futsal. Dalam peluncuran turut hadir antara lain Ketua Umum PSSI Erick Thohir serta pelatih timnas John Herdman.
Menurut Kelme, kedua jenis jersei menggunakan bahan jacquard dinamis yang dirancang ringan, memiliki sirkulasi udara baik, dan cepat kering sehingga tetap nyaman dipakai dalam kondisi panas dan lembap.
Konstruksi jersei juga dilengkapi pola ergonomis tiga dimensi yang disusun berdasarkan data fisik pemain tim nasional. Desain tersebut dirancang agar menyesuaikan bentuk tubuh pada bagian bahu, torso, dan kaki sehingga mendukung mobilitas pemain di lapangan.
Selain itu, Kelme menyebut proses produksi dilakukan dengan sistem manufaktur berbasis kecerdasan buatan untuk memastikan panel kain rapi, minim kerutan, serta memiliki kualitas yang konsisten sesuai standar kompetisi profesional.



