Joan bercerita bahwa dalam dua tahun ini Ia sangat bersyukur karena telah memiliki lisensi berkendara. Ia sadar bahwa sekarang posisinya bukan lagi anak muda, tapi Ia telah menyandang status sebagai suami dan juga sebagai seorang bapak.
"Saya telah dua tahun ini punya lisensi berkendara sepeda motor dan itu sangat menyenangkan. Saya merasa lebih bebas bepergian, apalagi jika jaraknya tidak terlalu jauh dan bisa dijangkau dengan mudah menggunakan sepeda motor. Maka saya akan memilih menggunakan sepeda motor," ujar Joan.
Saat ini Ia mengaku senang mengendarai bigbike milik Honda yaitu X-ADV berkapasitas mesin 750 cc. Menurutnya motor ini cukup simpel untuk digunakan dan bisa mengakomodasi hobinya untuk melakukan perjalanan darat dan motoran. Baca Juga:
Memahami Perbedaan HEV dan PHEV, Serupa Tapi Tak Sama
Namun kisah serunya justru datang ketika Ia mengambil lisensi berkendara. Lantaran banyak peserta yang gugur di zona tes tertentu. Sehingga Ia pun melihat kemungkinan untuk lolos sangat kecil. Namun dengan percaya diri Ia menjalani sesi pengetesan terakhir dan akhirnya Ia lolos.
"Saat mengikuti sesi tes lisensi berkendara, ada tahapan terakhir yang memang butuh skill tertentu. Semua orang yang ikut saat itu gagal dan Saya jadi peserta uji terakhir. Tidak ada yang mengenaliku karena sepanjang sesi menggunakan helm. Dan Saya satu-satunya peserta yang lolos di semua sesi uji praktiknya," girang Joan.
Namun Ia sadar betul, bahwa menggunakan sepeda motor di jalan raya, habitnya tentu berbeda ketika berada di lintasan. Ia pun mengunakan sepeda motor di jalan raya dengan menaati segala aturan yang diberlakukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)





