Permadi Arya alias Abu Janda Viral Usai Insiden Talk Show

eranasional.com
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, ERANASIONAL.COM –  Nama Permadi Arya kembali menjadi perbincangan luas di ruang publik setelah insiden yang terjadi dalam sebuah program dialog televisi. Sosok yang lebih dikenal dengan nama Abu Janda tersebut mendadak menjadi sorotan warganet setelah terlibat perdebatan panas dalam acara diskusi yang membahas isu geopolitik internasional.

Peristiwa tersebut membuat banyak pengguna internet mencari informasi lebih jauh mengenai profil dan latar belakang Abu Janda. Sejumlah kata kunci terkait biodata, pendidikan, hingga perjalanan kariernya pun ramai dicari di berbagai mesin pencari.

Permadi Arya dikenal sebagai salah satu pegiat media sosial yang cukup aktif menyampaikan pandangannya terhadap berbagai isu publik. Kehadirannya di ruang digital sering kali memicu diskusi panjang, terutama ketika ia membahas topik yang berkaitan dengan politik, sosial, maupun isu internasional.

Permadi Arya lahir di Cianjur, Jawa Barat, pada 14 Desember 1973. Pada tahun 2026, usianya telah memasuki 52 tahun. Ia merupakan anak dari pasangan HM Sudjatna dan Lina Herlin.

Nama Abu Janda sendiri bukanlah nama asli yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Julukan tersebut merupakan nama panggung yang ia gunakan di media sosial.

Dalam beberapa kesempatan wawancara, Permadi Arya pernah menjelaskan bahwa nama Abu Janda mulai ia gunakan pada Desember 2014. Nama tersebut muncul sebagai bentuk parodi terhadap figur ekstremis yang sempat dikenal di Indonesia, yaitu Abu Jandal Al Indonesi.

Permadi Arya kemudian memelesetkan nama tersebut menjadi “Abu Janda Al-Bollywoodi”. Menurutnya, penggunaan nama tersebut dimaksudkan sebagai kritik terhadap radikalisme melalui pendekatan humor dan satire.

Sejak saat itu, nama Abu Janda mulai dikenal luas di berbagai platform media sosial. Identitas tersebut melekat pada dirinya ketika ia aktif mengomentari berbagai isu yang berkembang di masyarakat.

Dari sisi pendidikan, Permadi Arya memiliki latar belakang akademik di bidang teknologi dan bisnis. Ia sempat menempuh pendidikan Diploma Ilmu Komputer di Informatics IT School Singapura pada April 1997.

Setelah menyelesaikan pendidikan tersebut, ia melanjutkan studi ke Inggris dan meraih gelar Sarjana Business & Finance dari University of Wolverhampton pada tahun 1999.

Latar belakang pendidikan tersebut menjadi bekal awal bagi Permadi Arya sebelum akhirnya dikenal luas sebagai figur publik di media sosial.

Sebelum aktif sebagai pegiat media sosial, ia memiliki pengalaman karier yang cukup panjang di berbagai sektor profesional. Dalam rentang waktu sekitar 1999 hingga 2015, Permadi Arya diketahui pernah bekerja di sejumlah perusahaan yang bergerak di bidang keuangan hingga industri pertambangan.

Kariernya mencakup pengalaman di perusahaan sekuritas, bank swasta, hingga perusahaan yang bergerak di sektor tambang batu bara. Pengalaman tersebut memberinya wawasan yang luas mengenai dunia bisnis dan ekonomi.

Namun nama Permadi Arya mulai dikenal publik secara luas sekitar tahun 2015 ketika ia semakin aktif di media sosial. Ia menggunakan berbagai platform digital untuk menyampaikan pandangan serta opini pribadi mengenai berbagai isu yang berkembang.

Salah satu akun media sosialnya yang cukup dikenal adalah akun Instagram @permadiaktivis2 yang telah memiliki ratusan ribu pengikut. Di bagian bio akun tersebut, ia menuliskan deskripsi yang cukup unik, yaitu “MENTERI AGAMA (unofficial), Researcher sejarah Israel Palestina.”

Melalui akun tersebut, Permadi Arya kerap mengunggah komentar dan analisis mengenai berbagai isu sosial, politik, hingga konflik internasional.

Beberapa topik yang sering ia bahas antara lain mengenai radikalisme, dinamika politik dalam negeri, serta konflik geopolitik global yang melibatkan negara-negara besar.

Namun gaya komunikasi yang lugas dan sering kali kontroversial membuat pendapatnya kerap memicu perdebatan di ruang publik.

Di satu sisi, sebagian pengikutnya menilai Permadi Arya sebagai sosok yang berani menyampaikan pandangan secara terbuka. Namun di sisi lain, kritik juga kerap muncul terhadap gaya komunikasinya yang dianggap terlalu provokatif.

Seiring meningkatnya popularitas di media sosial, Permadi Arya juga sempat terlibat dalam aktivitas politik. Pada Pemilihan Presiden 2019, ia diketahui bergabung sebagai influencer dalam tim pendukung Joko Widodo.

Beberapa tahun kemudian, ia juga menyatakan dukungan terhadap Prabowo Subianto yang saat itu dideklarasikan sebagai calon presiden oleh Partai Gerindra untuk Pemilihan Presiden 2024.

Permadi Arya kemudian tercatat bergabung dalam kelompok relawan yang dikenal sebagai Rumah Besar Relawan Prabowo 08 bersama sejumlah tokoh lain, termasuk Fauzi Baadila, Haris Rusly Moti, dan Ricky Tamba.

Selain aktivitas politik, namanya juga pernah dikaitkan dengan isu pengangkatan jabatan di perusahaan milik negara. Pada April 2025, beredar kabar di media sosial yang menyebut bahwa Permadi Arya diangkat menjadi komisaris di PT Jasamarga Tollroad Operator.

Informasi tersebut sempat memicu perdebatan di kalangan warganet. Namun kabar tersebut kemudian dibantah oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia.

Juru bicara kementerian saat itu, Putri Violla, menegaskan bahwa tidak ada pengangkatan Permadi Arya sebagai komisaris di perusahaan tersebut.

Nama Permadi Arya kembali menjadi sorotan setelah tampil sebagai narasumber dalam program diskusi yang disiarkan oleh iNews pada 10 Maret 2026.

Dalam acara tersebut, ia hadir sebagai pegiat media sosial untuk membahas konflik geopolitik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Namun suasana diskusi sempat memanas ketika Permadi Arya memotong pembicaraan salah satu narasumber lain. Situasi semakin tegang setelah ia melontarkan kata-kata kasar di tengah forum diskusi.

Pemandu acara Aiman Witjaksono sempat menegur Permadi Arya agar mengikuti aturan diskusi dan menjaga ketertiban forum.

Namun teguran tersebut tidak diindahkan sehingga akhirnya Aiman meminta Permadi Arya meninggalkan ruang diskusi.

Peristiwa tersebut kemudian viral di media sosial dan kembali memicu perdebatan publik mengenai gaya komunikasi Permadi Arya dalam forum diskusi.

Insiden tersebut juga membuat profil Abu Janda kembali menjadi topik yang banyak dicari oleh masyarakat.

Bagi sebagian orang, Permadi Arya dianggap sebagai figur yang kontroversial namun berani menyuarakan pandangannya secara terbuka. Sementara bagi sebagian lainnya, gaya komunikasinya dinilai terlalu konfrontatif sehingga kerap menimbulkan polemik.

Terlepas dari berbagai pro dan kontra tersebut, tidak dapat dipungkiri bahwa nama Abu Janda telah menjadi salah satu figur yang cukup dikenal dalam dinamika perdebatan di ruang digital Indonesia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Campak Meningkat, IDAI:  Lengkapi Imunisasi Anak
• 18 jam lalukompas.id
thumb
Menteri Haji: Keberangkatan Haji RI Masih Sesuai Jadwal, Keputusan Akhir Tunggu Situasi Keamanan
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
PPPK Paruh Waktu di Makassar Akhirnya Dapat THR, Munafri Teken Perwali
• 22 jam laluharianfajar
thumb
3 Pelajar SMP di Yogya Ditangkap Warga Usai Tertinggal Rombongan Tawuran
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
5 Fakta Kedubes AS Dibom di Oslo, Tiga Bersaudara Ditangkap Polisi
• 18 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.