PMI Indramayu Jadi Korban Kekerasan hingga Tewas di Arab Saudi, KP2MI Turun Tangan

disway.id
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Pekerja migran Indonesia (PMI) asal Indramayu, Jawa Barat, bernama Nur Watirih wafat di Arab Saudi diduga akibat tindak kekerasan.

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) menyatakan sikap.

KP2MI pun terus mengawal penanganan kasus tersebut.

Pemerintah Indonesia memastikan proses hukum berjalan serta hak-hak almarhumah dan keluarganya terpenuhi.

Direktur Jenderal Pelindungan Kementerian P2MI, Rinardi, menyampaikan bahwa pemerintah melalui perwakilan RI di Arab Saudi telah mengambil sejumlah langkah untuk menangani kasus tersebut.

BACA JUGA:KP2MI Segel PT Panca Banyu Aji Sakti di Jakarta Timur: Tak Boleh Lagi Tampung CPMI

"Pertama-tama, pemerintah menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya almarhumah," ucapnya, Kamis, 12 Maret 2026.

"Pemerintah melalui KBRI Riyadh terus mengawal proses hukum terhadap pelaku sekaligus memastikan perlindungan dan pemenuhan hak-hak almarhumah," sambungnya.

Rinardi bilang, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan keluarga di Tanah Air--agar seluruh proses berjalan dengan baik.

BACA JUGA:KP2MI Berikan Pendampingan PMI di Kuwait Terdampak Konflik Timur Tengah

Berdasarkan laporan dari KBRI Riyadh, kata Rinardi, hasil pemeriksaan kedokteran forensik memastikan bahwa kematian Nur Watirih disebabkan oleh tindakan penganiayaan. 

Pelaku yang merupakan warga negara Arab Saudi saat ini telah ditangkap dan ditahan di Penjara Wanita Al-Malaz, Riyadh, untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Menurut Rinardi, KBRI Riyadh juga telah menyiapkan bantuan hukum untuk mengawal proses peradilan agar kasus tersebut dapat ditangani secara transparan dan memberikan keadilan bagi almarhumah.

BACA JUGA:Menteri P2MI Ungkap PMI di Kuwait Trauma Akibat Dampak Konflik di Wilayah Timur Tengah

"KBRI Riyadh telah menunjuk pengacara untuk mendampingi proses hukum yang sedang berjalan. Kami berharap proses ini dapat memberikan keadilan bagi almarhumah dan keluarganya," tuturnya. 

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Atta dan Aurel Buka Restoran Nasi Bungkus Lemak Bakar, Harga Mulai Rp 15 Ribuan
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Guru Besar Unair Sebut Konten Medsos yang Tak Terkontrol Buat Anak Dewasa Sebelum Waktunya
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Khotbah Jumat, 13 Maret 2026 Bertema Malam Lailatul Qadar
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Anak Eks Anggota DPRD Sulsel Tersangka, Terlibat Penikaman Pegawai SPBU Soppeng
• 17 jam laluharianfajar
thumb
Performanya dengan KTM Perlahan Membaik, Maverick Vinales Terang-terangan Mengaku Tak Menyesal Tinggalkan Aprilia
• 18 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.