KPK Ungkap Gus Yaqut dan Sejumlah Pejabat Kemenag Terima Fee Percepatan Berangkat Haji

okezone.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan, eks Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut diduga menerima aliran uang percepatan berangkat haji 2023. Tak hanya Gus Yaqut, aliran uang itu juga mengalir ke eks stafsus Menteri Agama, Ishfah Abidal Aziz (IAA) alias Gus Alex dan beberapa pejabat di Kementerian Agama (Kemenag). 

1. Terima Fee

Hal itu sebagaimana disampaikan Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu saat konferensi pers penahanan Gus Yaqut pada Kamis (12/3/2026). 

"Berdasarkan hasil pemeriksaan Tim KPK, RFA (Rizky Fisa Abadi selaku mantan Kasubdit Perizinan, Akreditasi, dan Bina Penyelenggaraan Haji Khusus di Kementerian Agama) juga memberikan fee percepatan tersebut kepada YCQ, IAA, serta sejumlah pejabat di Kementerian Agama," kata Asep. 

Baca Juga :
Terungkap! Dugaan Manipulasi Kuota Haji yang Jerat Gus Yaqut, Kerugian Negara Rp622 Miliar

Ia menjelaskan, hal ini bermula saat Indonesia menerima kuota tambahan sebanyak 8 ribu pada tahun 2023. 

Kemudian, Rizky Fisa melakukan pertemuan dengan asosiasi Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) atau travel terkait penyerapan kuota haji khusus tambahan sebanyak 640 jamaah. Angka tersebut merupakan hasil dari pembagian 92:8 persen dari total 8 ribu kuota tambahan. 

"RFA kemudian menentukan kuota jamaah untuk 54 PIHK, sehingga bisa berangkat langsung tanpa antrean. RFA juga memberikan perlakuan khusus kepada PIHK tertentu untuk bisa mengisi kuota haji khusus tambahan dengan jamaah haji khusus T0 atau TX atau percepatan/tidak sesuai nomor urut," ujarnya. 

Baca Juga :
Tidak Terima Yaqut Ditahan, Banser Bakar Kaos hingga Teriak KPK Zalim

Selanjutnya, Rizky Fiza memerintahkan stafnya untuk mengumpulkan fee percepatan dari PIHK untuk pengisian kuota haji khusus tambahan yang mendapatkan T0 atau TX senilai USD 5.000 atau Rp84,4 juta per jamaah. 

"Salah satu caranya dengan mengalihkan jamaah haji visa mujamalah menjadi haji khusus," ucapnya. 

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mohon Maaf Timnas Indonesia, Media Vietnam Sudah Yakin Skuad John Herdman Tak akan Lolos ke Piala Dunia 2026
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
295 Perlintasan Kereta Sebidang di Jatim Tak Dijaga Jadi Perhatian Khusus Jelang Mudik
• 14 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kronologi Dittipideksus Bareskrim Geledah Perusahaan di Jatim Terkait Tindak Pidana Minerba
• 21 menit lalusuara.com
thumb
Masuk Klaster Dana Pendidikan, Anggaran MBG Disebut Tak Bisa Diutak-atik
• 16 jam laluharianfajar
thumb
Nadiem Disebut Ingin Ciptakan Ketergantungan pada Teknologi untuk Reformasi Edukasi
• 1 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.