LAJU Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat, 13 Maret 2026, mengawali hari di zona merah. Tekanan jual menyelimuti pasar modal domestik seiring dengan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan penantian pasar terhadap data makroekonomi Amerika Serikat.
Pembukaan Pasar dan Data PerdaganganBerdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pembukaan sesi I pukul 09.00 WIB, IHSG melemah 0,32% atau turun 23,3 poin ke level 7.338,82. Sebanyak 195 saham tercatat melemah, 141 saham menguat, dan 622 saham lainnya stagnan. Nilai transaksi awal mencapai Rp178,7 miliar dengan kapitalisasi pasar merosot ke angka Rp13.094 triliun.
- Ketegangan Timur Tengah: Retorika terkait penutupan Selat Hormuz oleh Iran telah memicu lonjakan harga minyak mentah Brent hingga melampaui US$102 per barel.
- Tekanan Mata Uang: Mata Uang Rupiah terus menunjukkan tren pelemahan, bergerak di kisaran Rp16.850 hingga Rp16.950 per Dolar AS.
- Data Tenaga Kerja AS: Rilis data klaim pengangguran AS yang lebih rendah dari perkiraan meredam ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed.
Berbeda dengan biasanya di mana emas menjadi aset safe haven saat terjadi konflik, harga emas batangan Antam pada hari ini justru mengalami penurunan signifikan sebesar Rp21.000 per gram.
Jenis Logam Mulia Harga Hari Ini (13 Maret 2026) Perubahan Emas Antam (1 Gram) Rp3.021.000 Turun Rp21.000 Harga Buyback Rp2.850.000 Turun Proyeksi dan Strategi InvestasiAnalis memprediksi IHSG akan bergerak konsolidatif cenderung melemah di rentang support 7.280 hingga resistance 7.400. Investor disarankan untuk tetap waspada terhadap volatilitas tinggi, terutama pada saham-saham sektor properti dan barang baku yang paling terdampak oleh kenaikan suku bunga dan inflasi. Sektor energi dan transportasi laut (LNG) diprediksi tetap menarik sebagai pilihan defensif di tengah kenaikan harga minyak dunia. (E-4)





