Jakarta (ANTARA) - Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal mendesak Presiden AS Donald Trump untuk menghentikan provokasi perang, dan mengakhiri serangan terhadap Iran, serta berhenti dimanfaatkan oleh pemimpin Israel Benjamin Netanyahu.
“Akhiri provokasi perang…akhiri serangan terhadap Iran. Berhenti dimanipulasi oleh Perdana Menteri Netanyahu untuk melancarkan perang. Seriuslah dalam memperjuangkan kemerdekaan dan kedaulatan Palestina,” ujar Dino dalam pesan video yang dipantau di Jakarta, Jumat.
Mantan wakil menteri luar negeri RI itu mengapresiasi niat baik Trump untuk menjadi Presiden Perdamaian Amerika sebagaimana yang telah dinyatakan dalam Strategi Keamanan Nasional AS.
Dia juga mengapresiasi tindakan Trump yang membuat rencana 20 poin untuk memulai gencatan senjata di Gaza, Palestina, yang diharapkan akan mengakhiri pembantaian yang dilakukan Israel di Gaza, meski, menurutnya, Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) bermasalah.
Namun, menurut mantan duta besar RI untuk AS itu, tindakan Trump belakangan ini tidak sesuai dengan gagasannya sebagai presiden perdamaian.
Dia mengkhawatirkan munculnya nasionalisme Amerika yang macho, merasa paling benar, gemar memainkan politik berbahaya, memiliki kecenderungan imperialis, mudah memakai kekuatan militer secara tidak bijak, serta minimnya kompas moral.
“Hal ini telah menyebabkan Amerika menjadi negara agresor dalam sejumlah konflik. Kami secara tegas menolak dan mengutuk serangan militer Amerika dan Israel baru-baru ini terhadap Iran, yang telah menewaskan pemimpin mereka, Ayatollah Khamenei,” kata Dino.
Dino mengatakan serangan militer AS dan Israel telah menyebabkan Iran merespons secara militer seperti halnya negara mana pun ketika mereka diserang, dan serangan tersebut telah menempatkan negara-negara lain dalam risiko.
“Ketidakstabilan dan konflik baru kini membayangi Timur Tengah. Ini semua adalah tanggung jawab Anda, Tuan Presiden, dan Israel. Alih-alih menyebarkan perdamaian, Anda justru menyebarkan perang,” tegas Dino.
Dino mendesak agar Trump fokus pada perdamaian, mereformasi Dewan Perdamaian dan mewujudkan solusi dua negara dalam mengatasi konflik Israel-Palestina, serta membantu mengakhiri perang Rusia-Ukraina.
Selain itu, Dino berharap agar Trump membangun kemitraan konstruktif dengan China berdasarkan rasa saling menghormati, yang menurutnya dapat menguntungkan seluruh dunia, termasuk kawasan Indo-Pasifik.
Dia juga mengutarakan harapannya agar Trump dapat membantu komunitas internasional menghadapi perubahan iklim dan menciptakan kondisi yang memungkinkan semua negara di dunia dapat tumbuh bersama dalam perdamaian dan kemakmuran.
“Hormati Piagam PBB, yang masih dianggap sebagai salah satu kontribusi terbesar Amerika terhadap perdamaian dunia, dan patuhi hukum internasional. Bangun jembatan, bukan perpecahan,” kata Dino, dan berharap Trump dapat menunjukkan bahwa AS adalah negara yang baik dan bermartabat.
Baca juga: Dino: Dewan Perdamaian bukan solusi akhir, RI harus waspadai AS-Israel
Baca juga: FPCI perkirakan serangan AS di Iran akan jadi konflik berkepanjangan
Baca juga: Dino Patti Djalal ingatkan RI terus tegaskan solusi dua negara di BoP
“Akhiri provokasi perang…akhiri serangan terhadap Iran. Berhenti dimanipulasi oleh Perdana Menteri Netanyahu untuk melancarkan perang. Seriuslah dalam memperjuangkan kemerdekaan dan kedaulatan Palestina,” ujar Dino dalam pesan video yang dipantau di Jakarta, Jumat.
Mantan wakil menteri luar negeri RI itu mengapresiasi niat baik Trump untuk menjadi Presiden Perdamaian Amerika sebagaimana yang telah dinyatakan dalam Strategi Keamanan Nasional AS.
Dia juga mengapresiasi tindakan Trump yang membuat rencana 20 poin untuk memulai gencatan senjata di Gaza, Palestina, yang diharapkan akan mengakhiri pembantaian yang dilakukan Israel di Gaza, meski, menurutnya, Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) bermasalah.
Namun, menurut mantan duta besar RI untuk AS itu, tindakan Trump belakangan ini tidak sesuai dengan gagasannya sebagai presiden perdamaian.
Dia mengkhawatirkan munculnya nasionalisme Amerika yang macho, merasa paling benar, gemar memainkan politik berbahaya, memiliki kecenderungan imperialis, mudah memakai kekuatan militer secara tidak bijak, serta minimnya kompas moral.
“Hal ini telah menyebabkan Amerika menjadi negara agresor dalam sejumlah konflik. Kami secara tegas menolak dan mengutuk serangan militer Amerika dan Israel baru-baru ini terhadap Iran, yang telah menewaskan pemimpin mereka, Ayatollah Khamenei,” kata Dino.
Dino mengatakan serangan militer AS dan Israel telah menyebabkan Iran merespons secara militer seperti halnya negara mana pun ketika mereka diserang, dan serangan tersebut telah menempatkan negara-negara lain dalam risiko.
“Ketidakstabilan dan konflik baru kini membayangi Timur Tengah. Ini semua adalah tanggung jawab Anda, Tuan Presiden, dan Israel. Alih-alih menyebarkan perdamaian, Anda justru menyebarkan perang,” tegas Dino.
Dino mendesak agar Trump fokus pada perdamaian, mereformasi Dewan Perdamaian dan mewujudkan solusi dua negara dalam mengatasi konflik Israel-Palestina, serta membantu mengakhiri perang Rusia-Ukraina.
Selain itu, Dino berharap agar Trump membangun kemitraan konstruktif dengan China berdasarkan rasa saling menghormati, yang menurutnya dapat menguntungkan seluruh dunia, termasuk kawasan Indo-Pasifik.
Dia juga mengutarakan harapannya agar Trump dapat membantu komunitas internasional menghadapi perubahan iklim dan menciptakan kondisi yang memungkinkan semua negara di dunia dapat tumbuh bersama dalam perdamaian dan kemakmuran.
“Hormati Piagam PBB, yang masih dianggap sebagai salah satu kontribusi terbesar Amerika terhadap perdamaian dunia, dan patuhi hukum internasional. Bangun jembatan, bukan perpecahan,” kata Dino, dan berharap Trump dapat menunjukkan bahwa AS adalah negara yang baik dan bermartabat.
Baca juga: Dino: Dewan Perdamaian bukan solusi akhir, RI harus waspadai AS-Israel
Baca juga: FPCI perkirakan serangan AS di Iran akan jadi konflik berkepanjangan
Baca juga: Dino Patti Djalal ingatkan RI terus tegaskan solusi dua negara di BoP





