Kepolisian Daerah (Polda) Riau menggelar kegiatan Bazar Gerakan Pangan Murah (GPM) Polri secara serentak. Sebanyak 23 ton beras SPHP disalurkan berikut sejumlah sembako lainnya.
Kegiatan tersebut digelar di kantor Bulog Provinsi Riau, kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakapolda Riau Brigjen Hengki Haryadi didampingi jajaran pejabat utama (PJU) Polda Riau dan pimpinan Wilayah Bulog Riau-Kepri.
Kabid Humas Polda Riau, Kombes Zahwani Pandra Arsyad, menyampaikan bahwa Polda Riau bersama Bulog telah menyiapkan alokasi logistik dalam jumlah besar untuk membantu masyarakat di seluruh pelosok Riau.
"Hari ini secara serentak, Polda Riau mendistribusikan 23 Ton beras SPHP, 6.040 Liter Minyak Kita, dan 1.300 Kilogram Gula melalui 12 Polres/Polresta jajaran. Estimasi penerima manfaat dari kegiatan ini mencapai lebih dari 2.350 orang," ujar Pandra, Jumat (14/3/2026).
Kabid Humas menyampaikan pada periode Agustus-Desember 2025, Polda Riau telah mendistribusikan pangan mencapai 158% atau sebesar 5.214 ton dari target awal yang ditetapkan. Meski demikian, pihak Polda Riau tidak menampik adanya tantangan geografis di beberapa wilayah.
"Terkait kendala di wilayah Kuantan Singingi dan Kepulauan Meranti akibat faktor jarak, kami terus mengupayakan solusi strategis agar distribusi pangan murah ini tetap merata hingga ke pelosok," tambahnya.
Mengingat momentum Hari Raya Idulfitri tinggal sepekan lagi, Polda Riau bersama seluruh stakeholder terkait, termasuk Dinas Perdagangan dan Dinas Ketahanan Pangan, akan memperketat pemantauan stok di pasar-pasar tradisional maupun modern.
"Fokus kami adalah memastikan tidak ada kelangkaan barang dan harga tetap stabil. Kami ingin masyarakat dapat menjalankan ibadah di akhir Ramadan dan menyambut Idulfitri dengan tenang tanpa terbebani kenaikan harga pokok," tegas Kabid Humas.
Dalam rangkaian acara tersebut, Wakapolda Riau secara simbolis menyerahkan bingkisan sembako kepada perwakilan masyarakat sebagai tanda dimulainya penyaluran. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kapolresta Pekanbaru, Kadisperindag Kota Pekanbaru, serta jajaran pimpinan Bulog.
Gerakan Pangan Murah ini diharapkan menjadi bantalan ekonomi bagi warga berpenghasilan rendah sekaligus menjadi instrumen pengendali inflasi daerah di Provinsi Riau.
(mea/dhn)





