REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memprediksi jumlah pemudik yang menggunakan jasa penyeberangan akan mengalami peningkatan sekitar 9-10 persen pada momen Lebaran 1447 H dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan itu akan terjadi baik dari jumlah pemudik maupun kendaraan yang menyeberang.
Direktur Operasi dan Transformasi PT ASDP Indonesia Ferry, Rio Lasse, memprediksi akan ada 5,7 juta penumpang yang menggunakan jasa penyeberangan pada momen mudik kali ini. Dari angka itu, sebanyak 1,3 juta penumpang dan 1,3 juta kendaraan diperkirakan melalui lintasan penyeberangan utama yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatra, yakni Pelabuhan Merak-Pelabuhan Bakauheni.
Baca Juga
Mudik tanpa Pulang Kampung; Ancaman 'Yatim Sosiologis' Generasi Urban
Kakorlantas: Operasi Ketupat Gunakan ETLE, Drone, dan Bodycam untuk Pantau Mudik
Jelang Puncak Arus Mudik, Tiket Kereta Masih Tersisa 1,79 Juta Kursi
"Jadi overall antara 9-10 persen peningkatan, baik penumpang maupun kendaraan, dibandingkan tahun lalu," kata dia saat diskusi bersama media di Kantor Pusat ASDP, Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Menurut Rio, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menghadapi lonjakan tersebut. Salah satunya adalah dengan menyiapkan total 70 kapal yang melayani konektivitas Jawa–Sumatra, di mana 50 kapal di antaranya akan difokuskan melayani penyeberangan di Merak-Bakauheni.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Selain menambah armada, ASDP juga memperluas skema operasional dengan memanfaatkan sejumlah pelabuhan alternatif guna mengurai kepadatan pemudik. Beberapa pelabuhan yang dioptimalkan antara lain Pelabuhan Ciwandan, Bandar Bakau Jaya Bojonegara, serta Krakatau Bandar Samudera yang dihubungkan dengan Pelabuhan Panjang di Lampung.