Washington (ANTARA) - Satu dari tiga korban dalam aksi penembakan di kampus Universitas Old Dominion di Negara Bagian Virginia, Amerika Serikat (AS), dilaporkan meninggal dunia, ungkap kepolisian universitas tersebut pada Kamis (12/3).
Dalam konferensi pers pada Kamis sore, kepala kepolisian Universitas Old Dominion Garrett Shelton mengatakan ada korban ketiga yang pergi ke rumah sakit secara mandiri, seraya menuturkan bahwa dua korban lain yang selamat tampaknya dalam kondisi stabil.
Shelton menambahkan bahwa penyelidikan oleh pihak berwenang saat ini masih dalam "tahap sangat awal".
Peringatan sebelumnya dari pihak universitas menyebutkan dua orang terluka, sedangkan pelaku penembakan telah dilumpuhkan.
"Sebelumnya pada hari ini, seorang individu bersenjata melakukan penembakan di Universitas Old Dominion, menyebabkan satu orang tewas dan dua lainnya luka-luka," kata Direktur FBI Kash Patel di X.
Menurut Patel, pelaku penembakan tewas setelah dilumpuhkan oleh sekelompok mahasiswa.
Patel juga mengungkapkan bahwa FBI saat ini menyelidiki kasus penembakan tersebut sebagai "aksi terorisme".
Dalam konferensi pers pada Kamis sore, kepala kepolisian Universitas Old Dominion Garrett Shelton mengatakan ada korban ketiga yang pergi ke rumah sakit secara mandiri, seraya menuturkan bahwa dua korban lain yang selamat tampaknya dalam kondisi stabil.
Shelton menambahkan bahwa penyelidikan oleh pihak berwenang saat ini masih dalam "tahap sangat awal".
Peringatan sebelumnya dari pihak universitas menyebutkan dua orang terluka, sedangkan pelaku penembakan telah dilumpuhkan.
"Sebelumnya pada hari ini, seorang individu bersenjata melakukan penembakan di Universitas Old Dominion, menyebabkan satu orang tewas dan dua lainnya luka-luka," kata Direktur FBI Kash Patel di X.
Menurut Patel, pelaku penembakan tewas setelah dilumpuhkan oleh sekelompok mahasiswa.
Patel juga mengungkapkan bahwa FBI saat ini menyelidiki kasus penembakan tersebut sebagai "aksi terorisme".





