LPS Beberkan 2 Skema Implementasi Penjaminan Polis Asuransi

viva.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyiapkan dua skenario implementasi Program Penjaminan Polis (PPP) Asuransi. Skenario tersebut adalah percepatan aktivasi PPP dengan tingkat kesiapan minimum pada 2027, dan skenario implementasi penuh pada 2028 dengan tingkat kesiapan ideal.

Anggota Dewan Komisioner LPS Bidang Program Penjaminan Polis Ferdinand D. Purba menyampaikan perlu mekanisme untuk menjaga kepercayaan publik serta memastikan bahwa dalam hal terjadi kegagalan perusahaan asuransi, dampaknya dapat dikelola secara tertib. Yang utama adalah tanpa merugikan pemegang polis dan tanpa mengganggu stabilitas industri.

Baca Juga :
BRI Siapkan Uang Tunai Rp25 Triliun Penuhi Kebutuhan Transaksi Nasabah Periode Lebaran 2026
Perluas Akses Asuransi Masyarakat, Jasindo Tingkatkan Kolaborasi Lintas Sektor

“Di Indonesia, PPP memiliki peran strategis dalam memperkuat ekosistem industri asuransi. Program ini tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme perlindungan bagi pemegang polis, tetapi juga sebagai instrumen untuk menjaga stabilitas dan kepercayaan terhadap industri asuransi,” kata Ferdinand dikutip dari keterangannya, Jumat, 13 Maret 2026.

Dia menjelaskan, kegagalan perusahaan asuransi merupakan fenomena yang kerap terjadi dalam dinamika industri keuangan. Dalam periode 2011 hingga 2024, tercatat sekitar 428 kegagalan perusahaan asuransi di berbagai negara, dengan mayoritas terjadi pada asuransi umum.

Sementara itu di Indonesia, Ferdinand mencatat bahwa dalam periode 2011 hingga 2025, terdapat 25 perusahaan asuransi yang dicabut izin usahanya, dan sekitar 17 di antaranya dapat dikategorikan sebagai kegagalan perusahaan.

Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa peran strategis Program Penjaminan Polis (PPP) sangat diperlukan untuk memperkuat industri asuransi. Melalui skema penjaminan polis, kegagalan perusahaan asuransi dapat ditangani secara cepat dan tepat tanpa mengganggu stabilitas industri secara keseluruhan.

Mengenai perkembangan persiapan PPP pada tahun ini, LPS antara lain telah membentuk kerangka regulasi dan operasional, pendaftaran keanggotaan PPP dan pelaksanaan simulasi, dengan bekerja sama dengan para ahli dan praktisi industri. “Jika dipercepat aktivasinya pada tahun 2027, LPS telah siap menerapkan,” tutup Ferdinand.

Baca Juga :
BRI Tabungan Mystery Box Tawarkan Pengalaman Menabung Lebih Seru dan Menguntungkan bagi Nasabah Baru
PT Pegadaian Kampanyekan Komitmen Melayani Sepenuh Hati, Akselerasi Transformasi Layanan
Dorong Penguatan Dana Murah, Transaction Banking BRI Tumbuh Impresif

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gapki Prediksi Produksi CPO RI Cuma Naik Tipis 1-2 Persen di 2026
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
CEO Adobe Shantanu Narayen Mundur usai 18 Tahun Menjabat
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
KPK Resmi Tahan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Simulasi Kredit Polytron Fox 350, Cicilan Mulai Rp500 Ribuan
• 10 jam lalumedcom.id
thumb
Sore Ini, Presiden Prabowo Gelar Sidang Kabinet Bahas Kesiapan Lebaran
• 9 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.