Arus Mudik ke Garut Diprediksi Mulai Ramai Jumat Malam Ini

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, GARUT - Dinas Perhubungan Kabupaten Garut memprediksi arus mudik menuju wilayah Garut mulai meningkat pada Jumat (13/3/2026) malam. Lonjakan kendaraan diperkirakan terjadi seiring dimulainya masa libur kegiatan belajar mengajar yang menjadi salah satu pemicu awal pergerakan masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Garut Satria Budi mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai persiapan untuk mengantisipasi meningkatnya arus kendaraan yang melintas maupun yang masuk ke wilayah Garut.

Menurut dia, koordinasi lintas sektoral telah dilakukan bersama kepolisian dan sejumlah pemangku kepentingan guna memastikan arus lalu lintas selama masa mudik dapat berjalan lancar.

“Untuk tahap awal, kami memprediksi mulai Jumat malam pemudik sudah mulai berdatangan. Hal ini seiring dimulainya libur kegiatan belajar mengajar,” kata Satria Budi di Garut, Jumat (13/3/2026).

Ia menjelaskan, peningkatan arus kendaraan tersebut merupakan fase awal pergerakan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik lebih awal. Sementara itu, puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada pertengahan pekan depan.

Dishub Kabupaten Garut memproyeksikan gelombang kedua arus mudik akan terjadi pada 18 hingga 19 Maret 2026. Pada periode tersebut, intensitas kendaraan diperkirakan meningkat signifikan karena waktunya semakin mendekati hari raya.

Baca Juga

  • Jalan Nasional Alas Roban Rawan Bencana, Pemudik Diimbau Berhati-Hati
  • Jalan Nasional Jateng-DIY Dipastikan Mulus Jelang Mudik, Kondisi Mantap hingga 94%
  • 10 Jalan Tol Baru Siap Beroperasi saat Mudik Lebaran, Ini Daftarnya

Untuk mengantisipasi lonjakan arus kendaraan, pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah langkah pengamanan dan pengaturan lalu lintas. Salah satunya dengan memperkuat koordinasi bersama kepolisian melalui skema pengamanan terpadu.

Satria menyebutkan, kesiapan teknis juga telah disesuaikan dengan kebijakan nasional terkait pengaturan arus mudik yang tertuang dalam Surat Keputusan Bersama tiga kementerian, yakni Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta Korps Lalu Lintas Polri.

Selain pengaturan lalu lintas, Pemkab Garut juga menyiapkan fasilitas bagi pemudik yang melintasi wilayah tersebut. Sejumlah fasilitas milik pemerintah daerah seperti kantor desa, sekolah, dan bangunan publik lainnya akan difungsikan sebagai tempat istirahat sementara bagi masyarakat yang melakukan perjalanan jauh.

Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu pemudik yang membutuhkan waktu istirahat selama perjalanan menuju kampung halaman.

“Pemudik yang melintas di Kabupaten Garut dapat memanfaatkan fasilitas negara seperti kantor desa maupun sekolah sebagai tempat beristirahat,” ujarnya.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga menyiapkan dukungan teknologi untuk memantau kondisi lalu lintas secara langsung. Dishub Garut telah mengoperasikan 21 titik kamera pengawas atau CCTV yang terhubung dengan aplikasi Garut Hebat Super Apps.

Melalui sistem tersebut, masyarakat dapat memantau kondisi lalu lintas secara real time sehingga dapat menentukan jalur perjalanan yang lebih lancar.

Selain itu, pemerintah juga melakukan langkah rekayasa lalu lintas dengan membatasi sementara operasional kendaraan tradisional yang berpotensi menghambat arus kendaraan di jalur utama.

Sebanyak 477 unit andong atau delman serta enam becak yang beroperasi di jalur provinsi dan nasional akan dihentikan sementara selama tujuh hari. Kebijakan tersebut dilakukan terutama di kawasan yang rawan kepadatan kendaraan, termasuk wilayah Kadungora.

Sebagai kompensasi, para pengemudi kendaraan tradisional tersebut akan menerima bantuan dari pemerintah provinsi sebesar Rp200 ribu per hari selama masa penghentian operasional.

Dishub Garut juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar mempersiapkan kendaraan dengan baik sebelum berangkat. Pemeriksaan kondisi kendaraan dinilai penting untuk menghindari gangguan teknis di tengah perjalanan.

Selain itu, masyarakat diminta memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggalkan, seperti mematikan aliran listrik dan gas. Pemudik juga diingatkan untuk selalu mematuhi rambu lalu lintas serta mengikuti arahan petugas selama perjalanan agar arus mudik dapat berlangsung aman dan tertib.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Usai Longsor Sampah Bantargebang, Pemprov DKI Akan Bangun 3 PLTSa
• 7 jam laludisway.id
thumb
Ratusan Warga Makassar Gelar Aksi Bela Palestina dan Iran
• 38 menit lalucelebesmedia.id
thumb
Calon Suami Barbie Kumalasari Hilang Paska Perang Timur Tengah, Sahabat Minta Kepastian Sudah Urus Acara Pernikahan
• 9 jam lalucumicumi.com
thumb
Pakai Rompi Tahanan KPK, Yaqut Klaim Gak Bersalah: Semata-mata untuk Jemaah!
• 20 jam laludisway.id
thumb
Kate Middleton Bagikan Pesan Menyentuh saat International Women’s Day 2026
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.