Respons Yusril soal Aktivis Kontras Andrie Yunus Disiram Air Keras

kompas.com
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengaku belum mengetahui perinci soal kasus Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, yang disiram air keras oleh orang tak dikenal.

"Saya belum tahu, saya. Belum dapat kabar tentang hal itu," kata Yusril singkat saat ditemui di Kompleks Istana, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Menurut dia, pihaknya masih akan melakukan koordinasi lebih dahulu soal kasus ini.

Baca juga: Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras, Luka Bakar Tubuh 24 Persen

"Ya nanti saya koordinasikan. Saya belum tahu, nanti saya koordinasi dulu ya," ucap Yusril.

Sebelumnya diberitakan, aktivis KontraS, Andrie Yunus, disiram air keras oleh orang tak dikenal.

Koordinator Badan Pekerja KontraS Dimas Bagus Arya mengatakan, penyiraman itu mengakibatkan Andrie mengalami luka serius di sekujur tubuh.

"Terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata," ujar Dimas dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (13/3/2026).

Baca juga: Bukan Air Keras, Cairan Penyiraman Pelajar di Cempaka Putih Berasal dari Bahan Praktikum

Peristiwa tersebut terjadi sesaat setelah Andrie Yunus usai merekam siniar (podcast) di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI) bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia".

Acara tapping selesai pada sekitar pukul 23.00 WIB. Usai disiram air keras, Andrie segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Dari hasil pemeriksaan, ia mengalami luka bakar 24 persen.

"Atas informasi yang kami himpun tersebut, kami menilai bahwa tindakan penyiraman air keras ini merupakan upaya untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat, khususnya pembela HAM," ujar Dimas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perjalanan Mudik di Sulsel Ditemani Hujan, Waspada Banjir dan Longsor 
• 18 jam lalukompas.id
thumb
Polemik BoP dan Perjanjian Dagang RI-AS, Aliansi Hukum Melawan Temukan Pelanggaran Fatal
• 21 jam lalujpnn.com
thumb
Klasemen BRI Super League 2025/2026: Persis Solo Keluar Zona Degradasi
• 12 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Ini Penampakan Jersey Baru Timnas Indonesia 2026 yang Baru Diluncurkan
• 23 jam lalurepublika.co.id
thumb
OTT KPK di Cilacap Bongkar Dugaan Suap Proyek
• 4 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.