Aktivis KontraS Disiram Air Panas Seusai Bicara soal Bangkitnya Kekuatan Militer

jpnn.com
10 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal (OTK) di Jakarta Pusat, Kamis malam (12/3). Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka bakar hingga 24 persen di sekujur tubuh, terutama pada area tangan, wajah, dada, dan mata.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 23.37 WIB di Jalan Salemba I - Talang, Jakarta Pusat, sesaat setelah Andrie selesai mengikuti perekaman podcast di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dengan tema "Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia".

BACA JUGA: TNI AL Tangkap Kapal Pengangkut 200 Ton Arang Bakau Ilegal di Perairan Kepulauan Meranti

Berdasarkan keterangan KontraS, korban tengah mengendarai sepeda motor saat dua orang pelaku yang mengendarai motor matic melawan arah menghampirinya dan langsung menyiramkan cairan keras.

Badan Pekerja KontraS menilai serangan ini merupakan upaya membungkam suara kritis masyarakat, khususnya para pembela hak asasi manusia. Dalam pernyataan resminya, KontraS merujuk pada Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia serta Peraturan Komnas HAM Nomor 5 Tahun 2015 yang mengatur mengenai perlindungan terhadap pembela HAM.

BACA JUGA: Hadiri Bukber TNI–Polri, Dirut BULOG Dorong Perkuat Sinergi untuk Stabilitas Nasional

"Beberapa aturan ini sepatutnya dapat membuktikan bahwa Andrie Yunus merupakan pembela HAM yang terbukti telah melakukan kerja-kerja pemajuan dan perlindungan HAM dalam tanggung jawabnya selaku Wakil Koordinator KontraS," demikian kutipan pernyataan dalam rilis yang diterima media, Jumat (13/3).

KontraS juga menyoroti bahwa sebelum kejadian, Andrie sempat menghadiri pertemuan di Kantor Celios membahas tindak lanjut laporan investigasi Komisi Pencari Fakta mengenai Aksi Agustus 2025. Sebelumnya, korban juga tercatat pernah mengalami beberapa kali teror dan intimidasi pasca aksi menolak rancangan UU TNI pada Maret 2025.

BACA JUGA: Kapolri dan Panglima TNI Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di Monas

Saat kejadian, korban sempat berteriak kesakitan dan meminta tolong. Dari penuturan korban, ia berteriak, "AAAH, AAHH, AAHH, AAHH, AAHH, AAHH, AAHH, AAHH PANAS AAAHHH, AAAHHH, PANAS" sambil membuka baju yang mulai meleleh terkena cairan keras. Ia juga berteriak "AIR KERAS, AIR KERAS" hingga menarik perhatian warga sekitar. Seorang warga bahkan sempat bertanya, "ini dari KontraS ya? Ini dari LBH ya?" kepada korban yang sedang kesakitan.

Tidak ada barang milik korban yang hilang atau dirampas dalam peristiwa tersebut. Pelaku diketahui melarikan diri ke arah Jalan Salemba Raya dan diduga menjatuhkan gelas stainless steel di lokasi kejadian. KontraS mendesak aparat kepolisian untuk segera mengungkap pelaku dan motif di balik serangan ini.

"Peristiwa ini harus segera mendapat perhatian luas dari berbagai pihak, termasuk lembaga penegak hukum dan masyarakat sipil. Aparat kepolisian langsung melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta motif di balik serangan tersebut," tulis KontraS dalam pernyataannya.

KontraS menegaskan bahwa pelaku seharusnya dijerat dengan pasal percobaan pembunuhan berencana sebagaimana diatur dalam Pasal 459 KUHP Baru yang mengatur pidana mati atau penjara seumur hidup bagi pembunuhan berencana. Korban saat ini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan sedang menunggu tindakan operasi mata.

Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, mengimbau masyarakat dan media untuk turut mengawal kasus ini. "Maka dari itu, penting untuk penegakan hukum dijalankan kepada pelaku dan ke depan ada langkah serius dari negara untuk melindungi kerja-kerja publik di sektor HAM dan penegakan hukum," ujarnya. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... TNI Kerahkan 105 Ribu Personel Amakan Mudik Lebaran, Siapkan Kapal Perang untuk Pemudik


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Nirina Zubir Akui Tak Mudah Perankan Ibu Usia 70 Tahun di Film Jangan Buang Ibu
• 7 jam laluintipseleb.com
thumb
Perintah Prabowo ke Menteri Jelang Lebaran: Harga Stabil, BBM Aman dan Menpar Aktif Promosi Wisata
• 4 jam lalusuara.com
thumb
Pemimpin Tertinggi Iran Tuntut Penutupan Seluruh Pangkalan AS di Teluk
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 di Jakarta Pusat Sabtu 14 Maret, Catat Waktu Ibadah Hari Ini
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Psikolog Tekankan Orang Tua Harus Jadi Teladan dalam Mengatur Penggunaan Gawai Anak
• 13 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.