Putri Eugenie mengakhiri perannya sebagai patron organisasi anti-perbudakan internasional setelah tujuh tahun mendukung kegiatan lembaga tersebut. Kabar ini pertama kali dilaporkan oleh The Observer pada Minggu (8/3).
Dalam pernyataannya kepada media, organisasi yang dikenal sebagai salah satu lembaga hak asasi manusia tertua di dunia itu mengonfirmasi bahwa masa patronase Eugenie telah berakhir.
Pihak organisasi menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan Eugenie selama ini dan berharap ia tetap melanjutkan upayanya dalam memperjuangkan kebebasan dari praktik perbudakan modern.
Eugenie, yang kini berusia 35 tahun, mulai menjadi patron organisasi tersebut pada 2019. Lembaga ini sendiri memiliki sejarah panjang sejak didirikan pada 1839 oleh aktivis abolisionis Inggris Thomas Clarkson.
Setelah kabar pengunduran dirinya muncul, profil Putri Eugenie juga tidak lagi tercantum di situs resmi organisasi tersebut.
Terjadi di Tengah Sorotan Skandal Andrew MountbattenKeputusan ini muncul di tengah sorotan publik terhadap ayah Eugenie, Andrew Mountbatten, yang kembali menjadi perhatian setelah keterkaitannya dengan terpidana pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein.
Andrew dilaporkan sempat ditangkap pada Februari lalu atas dugaan pelanggaran terkait kasus tersebut. Meski begitu, ia membantah melakukan kesalahan dalam hubungannya dengan Epstein.
Nama Eugenie, Putri Beatrice dan ibunya Sarah Ferguson, juga sempat muncul dalam kumpulan dokumen kasus Epstein yang dirilis pada awal tahun. Hingga kini, keluarga tersebut belum memberikan komentar publik terkait perkembangan kasus tersebut.
Sejumlah pengamat kerajaan menyebut bahwa situasi ini secara tidak langsung memengaruhi kehidupan publik kedua putri Andrew. Penulis Kerajaan Inggris Ingrid Seward bahkan menilai bahwa kontroversi yang menyelimuti Andres memberi dampak besar pada kehidupan mereka.




