FA (30), pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) RSU dr Abdoer Rahem Situbondo, Jawa Timur, melarikan diri dari rumah sakit pada Kamis (12/3). Dia kabur dengan cara memanjat atap ruangan tempatnya dirawat.
Setelah berhasil kabur FA mengamuk di jalur Pantura Situbondo, tepatnya di Jalan Raya Desa Wringinanom, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo.
Selain melempari batu kendaraan yang sedang melintas, FA juga berteriak histeris. Bahkan, dia sempat naik ke atas bak truk yang berhenti.
Melihat aksi FA yang membahayakan keselamatan para pengendara yang sedang melintas, salah satu pemotor langsung menghubungi petugas Polsek Panarukan.
Begitu mendapat laporan ada ODGJ mengamuk, petugas Polsek Panarukan bernama Aiptu Wido langsung meluncur ke lokasi kejadian. Butuh waktu satu jam untuk membujuk FA turun dari atas bak truk tersebut. Dia lalu diantarkan kembali ke RSU dr Abdoer Rahem.
"Karena warga mengaku kesal dengan perilakunya, sehingga puluhan warga sempat menghakiminya. Sebelum akhirnya ODGJ tersebut diamankan oleh petugas Polsek Panarukan," ujar Rudiyanto, salah seorang warga setempat.
Kapolsek Panarukan, Situbondo AKP Harsono, mengatakan ODGJ tersebut sempat berontak saat dibujuk oleh salah seorang petugas, namun berkat ketelatenannya akhirnya dia mau turun dari atas bak truk dan dikembalikan ke rumah sakit.
Harsono menjelaskan, FA mulai menjalani perawatan dua hari lalu. Dia dirawat bersama seorang pasien ODGJ yang lain. FA melarikan diri dengan cara memanjat ke atap ruangannya.
"Alhamdulillah, berkat kesigapan petugas Polsek Panarukan, pasien ODGJ tersebut berhasil diamankan kembali," ujarnya.
Sementara itu, Direktur RSU dr Abdoer Rahem Situbondo, dr Sudharmono, mengucapkan terima kasih kepada petugas Polsek Panarukan atas bantuannya mengevakuasi pasien ODGJ yang sempat kabur.





