Kenaikan jumlah kunjungan wisatawan Nusantara (wisnus) ke Bali tak signifikan pada libur Lebaran 2026 kali ini. Ketua PHRI Bali, I Gusti Agung Rai Suryawijaya, memprediksi jumlah kunjungan wisatawan hanya naik sekitar 10 hingga 15 persen dari hari biasa.
Rata-rata jumlah kunjungan wisatawan Nusantara per hari 10 ribu hingga 11 ribu pada periode awal Maret 2026. Rai memprediksi kunjungan wisatawan domestik sekitar 11 ribu sampai 12 ribu per hari saat libur Lebaran.
"Kalau menurut prediksi saya, tidak akan bisa lebih dari 10 sampai 15 persen untuk domestiknya ya," katanya saat dihubungi kumparan, Jumat (13/3).
Rai menduga hal ini disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah ekonomi nasional dan global yang memicu kenaikan sejumlah harga bahan pokok, hingga kebutuhan sekunder.
"Kenapa tidak begitu akan banyak, karena pengaruh daripada dampak ekonomi nasional kita dan global juga. Satu itu, karena harga-harga kan, juga mulai meningkat, ya. Itu yang kita khawatirkan," ujar Rai.
Biasanya wisatawan yang berlibur ke Bali saat Lebaran sebagian besar berasal dari Surabaya, Yogyakarta, Malang, Semarang, Bandung dan Jakarta.
Menurut Rai, fasilitas wisata di daerah tersebut semakin baik, sehingga warga memilih liburan di dalam provinsi. Apalagi, harga tiket pesawat juga mahal.
"Jadi ada banyak destinasi yang sedang perbaiki, yang juga bagus-bagus, sehingga mereka berwisata di daerahnya masing-masing, itu prediksi saya," ujarnya.
Faktor lainnya adalah cuaca ekstrem, isu banjir, dan sampah yang beberapa bulan belakangan menjadi perhatian masyarakat.
Rai berharap Pemerintah Provinsi Bali segera mengatasi persoalan sampah dan melobi pemerintah pusat menurunkan harga tiket pesawat, hingga melakukan promosi diskon liburan, demi mendongkrak kenaikan jumlah wisatawan domestik ke Bali.
"Sekarang ada cuaca masih yang kurang mendukung, sehingga mereka juga mengurungkan mengurangi niat sementara untuk traveling. Apalagi, ada bencana alam, banjir, dan macet," ujar Rai.
"Di samping itu pemerintah juga harus melakukan, khususnya yang paling yang viral saat ini, kan untuk ke masalah sampah, ya. Itu yang jadi masalah, sampah, lingkungan, banjir, ini harus segera dapat diatasi," pungkasnya.




