Liputan6.com, Jakarta - Politikus NasDem yang juga Anggota Komisi III DPR, Rudianto Lallo angkat bicara soal aksi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penangkapan sembilan kepala daerah hasil Pilkada 2024 lewat Operasi Tangkap Tangan (OTT).
"OTT adalah salah satu cara penindakan dalam proses penegak hukum di bidang korupsi. Tetapi yang paling kita harapkan adalah ada pengembalian (kerugian negara) dari kasus itu," kata dia di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Advertisement
Rudianto meminta KPK juga bisa memberikan efek jera dari penindakan atau OTT tersebut.
"Tidak sekadar langkah-langkah yang kemudian hari ini boleh dikata tidak ada efek jera. Ya kan, tidak ada efek jera. Karena hampir tiap bulan mungkin ada yang di OTT," ungkap dia.
Maraknya OTT terhadap kepala daerah, masih kata Rudianto, akan menimbulkan pertanyaan terkait efektivitas upaya pencegahan korupsi.
"Sampai kapan kita akan seperti ini? Ya, OTT seperti ini. Maka saya kira teman-teman penegak hukum harus merumuskan konsep ya, gagasan, ide agar tidak terjadi praktik OTT tadi," ungkap dia.
"Yang paling penting bagaimana memfungsikan Deputi Pencegahan," sambungnya.



