Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkap alasan pengelolaan Taman Makam Pahlawan (TMP) dialihkan dari Kementerian Sosial (Kemensos) ke Kementerian Pertahanan (Kemhan).
Gus Ipul menjelaskan, selama ini terdapat lebih dari 200 taman makam pahlawan yang berada di bawah pengelolaan Kemensos, termasuk Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata di Jakarta.
Namun, ia menilai pengelolaan tersebut sebenarnya tidak sepenuhnya sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Kemensos.
“Menurut saya Kementerian Pertahanan lebih tepat untuk mengelola Taman Makam Pahlawan Nasional maupun taman makam pahlawan yang ada di berbagai daerah, karena itu bukan tupoksinya Kementerian Sosial sebenarnya,” kata Gus Ipul dalam jumpa pers usai menghadiri acara di Kantor Kemensos, Jakarta, Jumat (13/3).
Ia menilai Kemhan memiliki sumber daya yang lebih besar untuk mengelola kawasan makam pahlawan sekaligus mengembangkan nilai-nilai kepahlawanan di dalamnya.
Menurutnya, TMP tidak hanya sekadar area pemakaman, tetapi juga memiliki fungsi edukasi bagi masyarakat.
“Di dalamnya ada nilai-nilai kepahlawanan, ada nilai perjuangan yang perlu disosialisasikan kepada masyarakat luas, khususnya kepada adik-adik pelajar,” ujarnya.
Gus Ipul juga mengakui Kemensos selama ini memiliki keterbatasan kapasitas dan sumber daya untuk mengelola TMP secara optimal.
Oleh karena itu, pihaknya justru menyambut baik arahan agar pengelolaannya dialihkan ke Kemhan.
“Kementerian Sosial sebenarnya tidak punya kapasitas yang mencukupi untuk mengelola taman makam pahlawan itu dengan baik dan utuh dengan dukungan yang cukup,” katanya.
Proses pengalihan pengelolaan tersebut saat ini masih berlangsung dan ditargetkan mulai efektif pada 1 April mendatang.
Selama masa transisi, Kemensos tetap akan membantu proses pengelolaan dengan sumber daya yang dimiliki sebelumnya.
“Ini sekarang dalam proses. Rencana kami efektif nanti per 1 April. Ini masih masa transisi, tapi Kementerian Sosial tetap membantu selama masa transisi itu,” ujar Gus Ipul.
Ia menambahkan, kebijakan tersebut merupakan arahan langsung dari Presiden dan dinilai sejalan dengan semangat Kemensos untuk memastikan pengelolaan TMP dapat dilakukan secara lebih optimal.
Selain di Indonesia, beberapa taman makam pahlawan yang sebelumnya berada dalam lingkup pengelolaan Kemensos juga berada di luar negeri, seperti di Timor Leste dan Malaysia.
Gus Ipul menilai pengalihan pengelolaan kepada Kemhan merupakan keputusan yang tepat untuk memperkuat pengelolaan dan pemaknaan nilai perjuangan para pahlawan.




