Seorang santri asal Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat (Kalbar), berinisial IZ meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSU Santo Antonius Pontianak pada Jumat, 13 Maret 2026, sekitar pukul 07.00 WIB.
Sebelumnya, korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan sejumlah luka lebam di bagian wajah di sebuah pesantren di Kabupaten Kubu Raya. Korban yang berusia 16 tahun ini bersekolah di pesantren itu.
Jarak Kayong Utara-Kubu Raya sekitar 300 km. Kubu Raya berbatasan dengan Pontianak, ibu kota Kalbar.
Belum diketahui penyebab korban luka-luka, namun diduga karena dianiaya.
Paman IZ, Rio mengatakan keponakannya meninggal pukul 07.00 WIB, Jumat (13/3). Setelah sempat menjalani perawatan intensif usai mengalami trauma di bagian kepala.
“Keponakan saya meninggal sekitar jam 7 pagi tadi. Saya tidak sempat menyusul ke Pontianak,” kata Rio saat dikonfirmasi.
Rio menambahkan, jenazah IZ telah dimandikan dan dikafankan di Pontianak sebelum dipulangkan ke kampung halamannya di Kabupaten Kayong Utara untuk dimakamkan.
Keluarga berharap almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan serta peristiwa yang menimpanya dapat diusut secara tuntas.
“Semoga almarhum husnul khatimah dan mendapatkan keadilan di dunia,” ucap Rio.
Pernyataan PolisiSementara itu, Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya Aiptu Ade, membenarkan korban sudah dipulangkan ke Kayong Utara untuk menjalani prosesi pemakaman.
“Iya benar, anggota sudah di lokasi rumah sakit dan saat ini korban akan dimakamkan di kampung halamannya,” ucap Ade.
Ade mengungkapkan proses penyelidikan tetap berjalan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
“Proses penyelidikan tetap berjalan. Kami akan usut kasus ini sampai tuntas,” katanya.





