Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rahman tercatat 8 kali melaporkan harta kekayaannya ke Direktorat LHKPN KPK. Syamsul terjaring OTT KPK karena diduga terlibat kasus korupsi.
Berikut daftar LHKPN milik Syamsul yang dilaporkan ke KPK:
20 September 2016
Jabatan: Wakil Bupati CIlacap
Nilai Harta: Rp 270.901.110
31 Desember 2017
Jabatan: Wakil Bupati Cilacap
Nilai Harta: Rp 914.936.859
14 Januari 2019
Jabatan: Wakil Bupati Cilacap
Nilai Harta: Rp 3.931.470.625
2 Januari 2020
Jabatan: Wakil Bupati Cilacap
Nilai Harta: Rp 382.480.543
4 Januari 2021
Jabatan: Wakil Bupati Cilacap
Niia Harta: Rp 1.738.394.074
5 Januari 2022
Jabatan: Wakil Bupati Cilacap
Nilai Harta: Rp 4.897.229.732
18 Agustus 2024
Jabatan: Calon Bupati Cilacap
Nilai Harta: Rp 11.215.184.742
19 Januari 2026
Jabatan: Bupati Cilacap
Nilai Harta: Rp 12.039.790.782
Dalam laporan terakhirnya, Syamsul tercatat memiliki total harta kekayaan Rp 12 miliar. Terdiri dari sejumlah aset. Berikut rinciannya:
Dua aset berupa tanah dan bangunan dengan nilai sekitar Rp 8.150.000.000. Salah satu asetnya adalah bangunan seluas 1.000 m2 di atas tanah seluas 3.234 m2 senilai Rp 8 miliar dengan status hibah tanpa akta.
Kendaraan senilai Rp 1.400.000.000 terdiri dari dua mobil yakni Toyota Mini Bus (hibah tanpa akta) dan Toyota SUV (hasil sendiri).
Harta Bergerak Lainnya: 360.000.000
Kas dan Setara Kas: Rp 1.295.400.782
Harta Lainnya: Rp 1.050.000.000
Utang: Rp 215.610.000
Total: Rp 12.039.790.782





