Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan, menyampaikan situasi keamanan Selat Hormuz masih bersifat fluktuatif di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Hal tersebut disampaikan Luhut dalam Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (13/3).
Dalam paparannya, Luhut menjelaskan, lalu lintas kapal di jalur pelayaran strategis tersebut mulai membaik. Meski begitu, masih ada kekhawatiran dari berbagai pihak, terutama terkait biaya asuransi kapal yang masih tinggi.
"Tapi juga kita jangan lupa Iran ini juga punya kepentingan karena hidup mereka banyak tergantung pada minyaknya. Dan juga di dekat Iran itu juga ada fasilitas mereka yang sangat besar untuk memproses minyaknya menjadi end product. Ini hal-hal yang perlu kita pahami," kata Luhut.
Luhut juga mengungkapkan bahwa konflik di kawasan tersebut melibatkan serangan terhadap armada laut Iran oleh Amerika Serikat yang bertujuan mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz.
"Angkatan Laut Iran itu menjadi sasaran serangan Amerika untuk mengamankan penutupan Selat Hormuz. Dan itu telah dilakukan oleh mereka, mereka sudah menghancurkan kapal-kapal Angkatan Laut dari Iran," ujarnya.
Namun demikian, ia menilai kondisi keamanan di kawasan tersebut masih sangat dinamis dan berpotensi berubah dengan cepat.
"Tapi juga Bapak Ibu sekalian, Bapak Presiden, situasi sangat fluktuatif. Kalau kita lihat di sini, kapal tanker Amerika-Yunani terbakar setelah Iran mengeklaim serangan drone bawah air. Kami laporkan Bapak Presiden, memang dari sumber-sumber yang kami dapat, drone dari Iran ini juga sekarang dikembangkan drone dari bawah air," terangnya.
Menurut Luhut, pengembangan teknologi drone oleh Iran menjadi perhatian serius karena teknologi tersebut dinilai relatif murah namun memiliki jangkauan yang jauh dan presisi tinggi.
"Dan ini menjadi, kalau istilah saya seperti lapor kepada Bapak kemarin, seperti perang gerilya di Papua, mereka ini membuat drone yang murah, bisa 2.000 km, GPS targeted, dan kapan saja bisa diluncurkan," imbuh dia
Ia juga menyampaikan bahwa Amerika Serikat kini mewaspadai potensi ancaman dari kapal-kapal yang diduga membawa drone tersebut mendekati wilayahnya.
"Dan itu yang juga memang kita khawatirkan Amerika sekarang, karena mereka mendapat informasi bahwa ada kapal-kapal yang membawa drone ini mendekat ke Amerika," ucap Luhut.




