Jakarta: Wakil Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, disiram air keras oleh orang tidak dikenal pada Kamis malam, 12 Maret 2026. Atas kejadian tersebut KontraS menuntut pihak berwajib untuk mengusut tuntas dan menangkap pelaku.
Melansir Insanmedika, air keras memiliki sifatnya yang sangat korosif. Air keras termasuk salah satu zat kimia yang paling berbahaya baik dalam penggunaannya sehari-hari maupun industri.
Zat ini dapat menyebabkan luka bakar kimia yang parah pada kulit dan jaringan tubuh. Ada empat jenis air keras beserta bahayanya sebagai berikut.
Baca Juga :
Pulang Podcast, Aktivis Kontras di Siram Air Keras di SenenAsam klorida bersifat korosif bila bersentuhan dengan kulit, mata, atau organ internal. Kerusakannya bisa berdampak ireversibel atau bahkan fatal pada kasus yang berat.
Bila asam klorida kena kontak pada kulit Anda, segera siram dengan air selama 15 menit. Jangan lupa untuk membuang pakaian Anda yang terkontaminasi.
Ilustrasi Pexels
2. Asam Sulfat
Cairan bening ini tidak berwarna dan tidak berbau. Cairan ini larut dalam air dan bisa menyebabkan kerusakan serius, terutama pada saat bahan kimia kontak pada kulit, mata, apalagi tertelan.
Bila terjadi kontak kulit, segeralah bilas dengan air hangat yang mengalir selama 30 menit.
3. Asam Fosfat
Asam fosfat biasanya terkandung dalam pembersih logam, desinfektan, dan deterjen. Asam fosfat ini cepat bereaksi pada kontak kulit.
Bila kulit terpapar dengan asam fosfat, basuh sesegera mungkin pada air yang mengalir. Lebih baik Anda membuang pakaian yang sudah terpapar pula oleh asam fosfat.
Ilustrasi Pexels
4. Asam Nitrat
Asam nitrat biasanya ditemukan dalam bentuk cairan berwarna kuning. Asam ini bersifat racun, maka amat berbahaya jika larutan ini tertelan atau terhirup.
Bila seseorang keracunan asam nitrat, gejala yang muncul, antara lain sakit perut, demam, sakit pada mulut, tenggorokan bengkak




