Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah memastikan pasokan liquefied petroleum gas (LPG) nasional tetap aman di tengah dinamika pasar energi global kala konflik Timur Tengah memanas. Upaya yang dilakukan yaitu mencari alternatif pasokan, salah satunya 2 kargo LPG dari Australia yang akan tiba akhir pekan ini.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pengadaan tambahan pasokan tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga ketahanan energi nasional, terutama menjelang peningkatan konsumsi periode Lebaran 2026.
Selain memastikan kedatangan dua kargo dari Australia, pemerintah juga menyiapkan sejumlah pasokan tambahan dalam waktu dekat untuk memperkuat cadangan LPG nasional.
“Di akhir minggu ini, kita masuk dua kargo dari Australia, itu untuk LPG,” kata Bahlil dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jumat (13/3/2026).
Dia menjelaskan kebutuhan LPG Indonesia sebagian besar masih dipenuhi melalui impor. Dari total impor sekitar 7,6 juta ton per tahun, sebagian besar pasokan berasal dari Amerika Serikat, sementara sisanya dari Timur Tengah dan sejumlah negara lain.
Dalam kondisi pasar global yang dinamis, pemerintah berupaya melakukan diversifikasi sumber pasokan, utamanya mengalihkan dari wilayah konflik. Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan risiko gangguan distribusi apabila terjadi gejolak geopolitik atau gangguan logistik di kawasan tertentu.
Baca Juga
- Tinjau Kilang Balongan, ESDM Jamin Stok BBM hingga LPG Aman Jelang Lebaran
- Skema Jual Beli NGL-LPG Diubah, Lifting Minyak Berpotensi Tambah 10.165 Bopd
- Bahas BBM, LPG dan Pangan, Prabowo Panggil Bahlil hingga Amran ke Hambalang
“Jadi total LPG kita dari 7,6 juta impor, itu 70%–75% kita ambil dari Amerika. 20% dari Middle East, sisanya dari negara lain seperti Australia," ujarnya.
Pemerintah juga mulai menata ulang skema pengadaan LPG dengan memperbanyak kontrak jangka panjang dengan sejumlah negara pemasok. Strategi ini diharapkan dapat memberikan kepastian pasokan sekaligus menjaga stabilitas harga di dalam negeri.
Di sisi lain, pemerintah memastikan jadwal kedatangan beberapa kargo LPG tambahan telah disiapkan untuk memperkuat cadangan nasional dalam beberapa bulan ke depan.
“Pemerintah selalu melakukan siaga terus atas perintah Bapak Presiden untuk memastikan bahwa tanggal 28 bulan ini masuk dua kargo lagi, kemudian tanggal 4 Maret satu kargo lagi masuk, tanggal 8 Maret satu kargo lagi," tuturnya.
Dengan tambahan pasokan tersebut, pemerintah optimistis kebutuhan LPG nasional hingga beberapa bulan ke depan dapat terpenuhi. Bahlil menyebut pemerintah telah menyiapkan pengadaan pasokan secara bertahap agar stok energi nasional tetap terjaga.
Menurut Bahlil, langkah pengamanan pasokan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas energi nasional di tengah ketidakpastian kondisi pasar global.
“Jadi Januari, Februari, Maret, April itu Insya Allah clear,” pungkasnya.





