Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Pemerintah memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) dalam kondisi aman menjelang hari raya.
Hal tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jumat, 13 Maret 2026.
Bahlil melaporkan bahwa cadangan berbagai jenis BBM saat ini berada di atas batas minimal cadangan nasional. Untuk Pertalite atau RON 90, yang merupakan bensin subsidi, cadangan tercatat mencapai 24,39 hari.
"Pertalite cadangan kita 24,39 hari, melampaui batas minimal dari apa yang direncanakan secara nasional," ujar Bahlil, dikutip dari Tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Jumat, 13 Maret 2026.
Sementara itu, cadangan Pertamax atau RON 92 tercatat sekitar 28 hari, lebih tinggi dari batas minimal nasional yang berada di kisaran 19 hari. Untuk BBM jenis RON 98 atau Pertamax Turbo, cadangan juga tercatat aman dengan ketersediaan sekitar 31 hari.
Di sisi lain, cadangan solar subsidi saat ini mencapai 16,41 hari dan masih berada di atas batas minimal nasional. Adapun untuk avtur tercatat memiliki cadangan sekitar 38 hari.
Selain BBM, pemerintah juga memastikan ketersediaan LPG tetap terjaga. Menurut Bahlil, cadangan LPG nasional saat ini berada pada kisaran 15,66 hari.
Ia menegaskan bahwa pemerintah terus melakukan langkah antisipasi untuk menjaga pasokan energi, termasuk memastikan kedatangan sejumlah kargo LPG dalam waktu dekat.
Bahlil menyampaikan bahwa pada akhir pekan ini akan masuk dua kargo LPG dari Australia. Selain itu, pengiriman LPG juga dijadwalkan kembali datang pada awal Maret.
"Cadangan menjelang hari raya untuk semua BBM dan LPG insyaallah aman," ucapnya.
Pemerintah, lanjutnya, terus bersiaga untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi, terutama menjelang meningkatnya konsumsi selama periode hari raya.
Editor: Redaksi TVRINews





