Masuk Daftar Hitam, Nasib Pemasok Senjata AS Memprihatinkan

cnbcindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita
Foto: Kolase Presiden AS, Donald Trump dan CEO of Anthropic, Dario Amodei. (Reuters dan AFP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Nasib Anthropic memprihatinkan setelah berani melawan rezim pemerintahan Donald Trump. Tadinya mitra pemasok tool AI untuk kebutuhan militer, sekarang malah dilarang keras dan masuk daftar hitam risiko rantai pasok.

Pada Rabu (11/3), Anthropic mengajukan permohonan penangguhan dari pengadilan banding AS setelah Pentagon menyatakan perusahaan tersebut sebagai risiko rantai pasokan, sambil menunggu peninjauan yudisial atas kasus tersebut.


Anthropic terang-terangan mengaku bahwa penetapan risiko rantai pasok dapat menyebabkan kerugian pendapatan perusahaan hingga miliaran dolar.

Permintaan penangguhan dari Anthropic muncul setelah pihaknya bersitegang dengan Pentagon. Anthropic bersikeras tak mau tool AI-nya digunakan untuk menciptakan senjata otonom dan memata-matai warga AS.

Pilihan Redaksi
  • Mengurai "Rahasia Dapur" Intelijen AS-Israel dalam Pembunuhan Khamenei

Pentagon menilai seharusnya tak ada batasan penggunaan tool AI buatan Anthropic, selama masih dalam batas legal. Sikap keras Anthropic juga membuat Trump marah besar dan menyebut Anthropic sebagai perusahaan sayap kiri 'woke' yang membahayakan nyawa warga AS.

Trump mengatakan tak akan membiarkan Anthropic atau perusahaan mana pun untuk mendikte cara militer AS bertempur dan memenangkan perang. Anthropic diketahui mendapat kontrak jumbo dari pemerintah AS senilai US$200 miliar pada 2025 lalu.

Anthropic menegaskan hanya ingin tool AI-nya digunakan untuk pertahanan militer AS, bukan untuk menciptakan senjata otonom. Gara-gara sikap itu, Trump melarang lembaga-lembaga federal menggunakan AI buatan Anthropic.


Namun, menurut memo internal yang dilaporkan Reuters, Pentagon menyebut akan memberikan waktu transisi bagi penggunaan Anthropic hingga 6 bulan. Ditegaskan pula penggunaan tool AI Anthropic hanya untuk kebutuhan yang sifatnya mendesak.

Menurut laporan WSJ, tool Anthropic masih digunakan dalam perang AS-Israel melawan Iran, hanya beberapa jam setelah Trump melarang penggunaan AI perusahaan tersebut.

Pentagon menolak berkomentar mengenai litigasi yang sedang berlangsung.

Perusahaan AI tersebut secara terpisah mengajukan gugatan awal pekan ini di pengadilan federal California untuk menantang daftar hitam Pentagon. Dalam pengajuan ke Pengadilan Banding AS untuk Distrik Columbia Circuit pada Rabu (11/3), Anthropic mengatakan penetapan rantai pasokan Pentagon akan menyebabkan perusahaan "kerugian yang tidak dapat diperbaiki."

Menurut pengajuan pengadilan Anthropic, lebih dari 100 pelanggannya telah menghubungi perusahaan mengenai penetapan sebagai risiko rantai pasok..

"Menurut perkiraan terbaik Anthropic, untuk tahun 2026, tindakan merugikan pemerintah berisiko menyebabkan kerugian pendapatan ratusan juta, atau bahkan miliaran, dolar," tulis pengacara Anthropic.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Trump Nyerah, China Siap Borong Chip Amerika

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pertamina Evakuasi 19 Pekerja dari Irak dan Dubai di Tengah Dinamika Geopolitik
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
1.300 Personel Gabungan Siaga di Bandara Makassar Selama Mudik Lebaran
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
[FULL] Analisis Prof Hikmahanto & Pengamat Timteng soal Mojtaba Khamenei Bersumpah Balas AS-Israel
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Berkah Ramadan! Mitra Gojek Berangkat Mudik Gratis di Tahun Ini  
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
Apa yang Harus Disiapkan dan Diwaspadai Masyarakat Saat Mudik?
• 20 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.