Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) RI meningkat signifikan hingga mencapai 32 juta ton.
Amran mengatakan, peningkatan ekspor CPO tetap sejalan dengan kebutuhan domestik, termasuk untuk program biofuel.
"Ada kabar menarik Bapak Presiden, CPO kita ekspor kita naik 6 juta ton. Sedangkan kita butuh untuk biofuel 5,3 juta ton jadi alhamdulillah naik dari 4,6 (juta) menjadi ekspor kita dari 26 (juta) menjadi 32 juta ton," kata Amran saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (13/3).
Menurutnya, tambahan ekspor diperoleh dari hasil pertemuan pemerintah dengan asosiasi pengusaha sawit nasional. Dalam pertemuan itu, pelaku industri menyampaikan adanya potensi tambahan pasokan sawit yang dapat mendorong ekspor.
"Kami pertemuan asosiasi pengusaha sawit se-Indonesia kemarin ini Pak Bahlil [Menteri ESDM] ada tambahan 6 juta ton kemudian ekspor kita total pertanian naik 28 persen," jelas dia.
Selain peningkatan ekspor sawit, Amran juga menyampaikan kinerja sektor pertanian secara umum menunjukkan perbaikan. Tercermin dari pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sektor pertanian yang disebut mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua dekade.
"Kemudian PDB sektor pertanian ini tertinggi selama 25 tahun 5,74 persen PDB sektor pertanian," kata Amran.
Dia melanjutkan, peningkatan kesejahteraan petani juga tercermin dari naiknya nilai tukar petani (NTP) yang disebut mencapai level tertinggi dalam 33 tahun terakhir. Kondisi itu, menurut Amran, didorong oleh berbagai kebijakan pemerintah, termasuk penyesuaian harga pembelian pemerintah (HPP) serta penurunan harga pupuk bagi petani.





