Populer: AS Izinkan Beli Minyak Rusia; Krisis Ojol saat Ramadan

kumparan.com
15 jam lalu
Cover Berita

Kebijakan Amerika Serikat (AS) mengizinkan negara-negara beli minyak dari Rusia, jadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Jumat (13/3).

Selain itu, sulitnya konsumen mendapatkan ojek online (ojol) saat Ramadan. Berikut rangkumannya.

AS Izinkan Beli Minyak Rusia

Pemerintah AS mengambil langkah sementara dengan mengizinkan negara-negara untuk membeli minyak dari Rusia yang sudah berada di laut. Kebijakan ini, yang bersifat terbatas dan sementara, bertujuan untuk menambah pasokan global dan menekan lonjakan harga energi di tengah konflik geopolitik di Timur Tengah.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menegaskan bahwa langkah ini tidak dimaksudkan untuk memberikan keuntungan finansial signifikan bagi pemerintah Rusia, dengan batasan hanya berlaku untuk minyak yang sudah dimuat ke kapal sebelum 12 Maret 2026.

Sebelumnya, India juga telah diberikan pengecualian serupa. Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi AS untuk menstabilkan pasar energi global yang menghadapi tekanan. Harga minyak mentah Brent terpantau mendekati USD 100 per barel pada perdagangan Jumat (13/3) pagi di Asia.

Analis senior seperti Robin Brooks dari Brookings Institution bahkan menilai pelonggaran sanksi terhadap Rusia bisa semakin besar jika harga minyak kembali melonjak, terutama jika ketegangan di Selat Hormuz meningkat akibat serangan terhadap kapal tanker.

Soal Konsumen Susah Dapat Ojol saat Ramadan

Fenomena sulitnya konsumen mendapatkan ojek online (ojol) dan layanan pengantaran makanan di penghujung Ramadan menjelang libur Idul Fitri menjadi keluhan di berbagai kota besar. Gojek, Grab, dan Maxim memberikan penjelasan terkait kondisi ini, mengaitkannya dengan perubahan pola permintaan dan ketersediaan mitra pengemudi. Gojek mencatat pergeseran jam sibuk yang datang lebih awal, yakni mulai pukul 15.30 hingga puncaknya pada 16.00-18.00 WIB, serta adanya mitra pengemudi yang pulang kampung atau memilih beristirahat.

Grab melaporkan peningkatan permintaan layanan di Jabodetabek hingga 35 persen dibandingkan periode normal, dengan lonjakan permintaan GrabExpress mencapai 300 persen menjelang Lebaran dan GrabBike/GrabFood naik 25 persen menjelang buka puasa.

Meskipun jumlah mitra pengemudi stabil, rata-rata jam kerja mereka lebih pendek saat Ramadan, namun tingginya permintaan tetap mendorong peningkatan pendapatan mitra hingga 40 persen. Maxim juga mengonfirmasi fleksibilitas mitra pengemudi untuk beristirahat atau pulang kampung, namun tetap berupaya menjaga ketersediaan layanan dengan meningkatkan jumlah mitra dan menawarkan program insentif berupa potongan aplikasi yang lebih rendah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Spekulasi Transfer Dembele Memanas, Agen Temui Direktur Manchester City
• 7 jam lalumedcom.id
thumb
Adu Gemerlap Skuad Borneo FC Vs Persib di BRI Super League: Bentrok Para Bintang Penentu Puncak Klasemen
• 12 jam lalubola.com
thumb
Mentan Amran Sebut Ekspor CPO Tembus 32 Juta Ton, Naik 6 Juta Ton
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Aktivis KontraS Disiram Air Keras, Novel Baswedan: Ini Kejahatan Serius dan Biadab
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Lima Motor Hilang di Surabaya dan Sidoarjo Dilaporkan ke Suara Surabaya
• 11 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.