Impor LPG dari Timur Tengah Dialihkan, Pemerintah Jamin Pasokan Aman

idxchannel.com
10 jam lalu
Cover Berita

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan sebagian impor LPG Indonesia selama ini berasal dari kawasan Timur Tengah.

Impor LPG dari Timur Tengah Dialihkan, Pemerintah Jamin Pasokan Aman (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel — Pemerintah memastikan pasokan Liquefied Petroleum Gas (LPG) tetap aman meski terjadi penyesuaian sumber impor akibat dinamika geopolitik global. Pemerintah juga telah menyiapkan kontrak jangka panjang dengan sejumlah negara untuk menjaga stabilitas pasokan energi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan sebagian impor LPG Indonesia selama ini berasal dari kawasan Timur Tengah.

Baca Juga:
IHSG Sepekan Berakhir di Level 7.137, Kapitalisasi Pasar Rp12.678 Triliun

Namun, dalam kondisi geopolitik yang tidak menentu, pemerintah memutuskan untuk mengalihkan sumber pasokan tersebut ke kawasan lain.

“LPG kita impor 20 persen dari Timur Tengah. Total dari 7,6 juta ton impor, sekitar 70 sampai 75 persen berasal dari Amerika Serikat (AS),” kata Bahlil dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Baca Juga:
Prabowo Sebut Indonesia Dapat Hilangkan Defisit APBN: Ini Harapan Kita

Dia menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi dengan mengalihkan pasokan LPG dari Timur Tengah ke kawasan lain melalui kontrak jangka panjang.

“Dengan kondisi sekarang, pasokan LPG dari Timur Tengah kita alihkan. Kita ambil kontrak jangka panjang dengan Amerika Serikat dan beberapa negara lain. Di akhir minggu ini masuk dua kargo dari Australia,” ujarnya.

Baca Juga:
Wall Street Ditutup Melemah, Sejumlah Indeks Terpukul oleh Perang di Timur Tengah

Selain itu, pemerintah telah menjadwalkan sejumlah kedatangan kargo LPG berikutnya guna memastikan pasokan tetap stabil menjelang dan setelah Hari Raya Idulfitri.

“Pemerintah selalu siaga untuk memastikan masuk lagi dua kargo pada 28 Maret, kemudian 4 April satu kargo lagi masuk, dan 8 April masuk satu kargo lagi,” kata Bahlil.

Selain LPG, pemerintah juga memastikan pasokan solar nasional berada dalam kondisi aman karena seluruh kebutuhan kini telah dapat dipenuhi dari produksi dalam negeri.

Menurut Bahlil, operasional Refinery Development Master Plan (RDMP) di Kilang Balikpapan membantu pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap impor solar.

“Solar kita sudah aman dari dalam negeri. RDMP Balikpapan membantu kita mengurangi impor solar,” katanya.

Sementara itu, untuk minyak mentah, sekitar 20 persen impor Indonesia sebelumnya berasal dari Timur Tengah. Namun pemerintah juga telah menyiapkan alternatif pasokan dari negara lain.

“Kita sudah dapat penggantinya. Memang kalau dari AS lebih lama, sampai 40 hari. Kalau dari Timur Tengah sekitar tiga minggu. Tapi sekarang kita buat kontrak jangka panjang,” tutur Bahlil.

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Sentil Pengamat Tak Suka Pemerintah Berhasil: Kita Akan Tertibkan
• 22 jam laludetik.com
thumb
Baznas Kota Tangerang Buka Gerai Zakat di Bandara Soekarno Hatta untuk Tingkatkan Pengumpulan Dana Ramadhan
• 5 jam lalupantau.com
thumb
BAZNAS BAZIS DKI Jakarta Salurkan Fidyah Berupa 2.000 Porsi Makanan Pada Bulan Ramadhan
• 57 menit lalutvonenews.com
thumb
Mobil Penagih Utang Dihentikan di Situbondo, Polisi Temukan 3 Korban Bersama Balita
• 19 jam lalurctiplus.com
thumb
Bumame Perluas Layanan Kesehatan Keluarga
• 15 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.