Data Program Pembangunan PBB (UNDP) pada awal 1990 hingga 2023 konstan menunjukkan nilai Indeks Pembangunan Jender (Gender Development Index/GDI) Indonesia di bawah nilai rata-rata dunia. GDI mengukur ketidaksetaraan jender dalam pencapaian pada tiga dimensi dasar pembangunan manusia, yaitu kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Nilai GDI Indonesia naik mendekati Myanmar yang anjlok dan mengungguli beberapa negara kecil yang secara ekonomi lebih lemah.
Hal ini menjadi catatan tersendiri menyambut Hari Perempuan Internasional pada 8 Maret. Masih ada sejumlah hal yang harus dibenahi untuk memperbaiki kesetaraan jender, pemberdayaan perempuan, serta memperluas kesempatan pendidikan dan ekonomi perempuan Indonesia. Menurut PBB, pemberdayaan perempuan adalah kunci untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil, sejahtera, dan maju.
Geser untuk melihat Indeks Pembangunan Jender
Pemberdayaan perempuan berperan penting untuk mencapai kesetaraan jender, meningkatkan ekonomi keluarga dan negara, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. Perempuan yang berdaya dipastikan mampu mengambil keputusan secara mandiri, berpartisipasi dalam sektor produktif, mengurangi kemiskinan, serta meningkatkan pendidikan dan kesehatan keluarga.
Perempuan yang memiliki penghasilan mandiri dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Pemberdayaan di bidang ekonomi dapat meningkatkan pendapatan rumah tangga, menggerakkan ekonomi masyarakat, serta menambah peran perempuan dalam sektor usaha mikro, kecil, dan menengah.
Memberdayakan perempuan berarti melawan diskriminasi jender, memberantas kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak, serta memastikan hak-hak perempuan terpenuhi.
Perempuan yang berdaya cenderung lebih baik dalam memperhatikan kualitas hidup anaknya melalui perhatian terhadap pendidikan, gizi, dan kesehatan. Hal ini menimbukan siklus perubahan jangka panjang yang positif dalam memperbaiki kualitas generasi muda.
Keberadaan perempuan di dalam dunia kerja menambah keberagaman pengetahuan yang diperkaya berdasarkan perspektif perempuan. Perempuan berperan meningkatkan kreativitas, menambah kemampuan memecahkan masalah, empati yang inklusif, dan memberikan dukungan pengambilan keputusan yang lebih baik.
Perempuan berperan besar dalam pembangunan berkelanjutan, pelestarian lingkungan, dan kepemimpinan komunitas. Berbekal pendidikan, perempuan dapat membuka potensi daya setengah jumlah penduduk. Kekuatan bangsa dapat lebih optimal menuju kemajuan dan kemakmuran.




