NEW YORK, KOMPAS.TV- Indeks saham di Wall Street, Amerika Serikat (AS), ditutup melemah pada perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat waktu Indonesia), setelah lonjakan harga minyak dunia memicu kekhawatiran pasar terhadap dampak ekonomi global.
Indeks utama di New York Stock Exchange mencatat penurunan tajam. Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 1,56 persen menjadi 46.677,85.
Sementara itu, S&P 500 turun 1,52 persen ke level 6.672,62 dan Nasdaq Composite merosot 1,78 persen menjadi 22.311,98.
Dari 11 sektor utama dalam indeks S&P 500, delapan sektor berakhir di zona merah. Penurunan dipimpin oleh sektor industri yang melemah 2,52 persen dan sektor barang konsumen nonesensial yang turun 2,21 persen.
Baca Juga: Iran-AS Saling Balas Serangan dan Ancaman, Harga Minyak Dunia Terancam Makin Meroket? | KOMPAS SIANG
Sebaliknya, sektor energi dan utilitas justru mencatat kenaikan masing-masing sebesar 0,98 persen dan 0,73 persen.
"Lonjakan harga minyak menjadi pemicu utama tekanan di pasar saham. Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April melonjak 9,72 persen menjadi 95,73 dolar AS per barel," tulis laporan media internasional Xinhua, seperti dikutip dari Antara, Jumat (13/3).
Kenaikan harga minyak dipicu pernyataan pemimpin tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei yang menegaskan penutupan Strait of Hormuz akan terus dilakukan sebagai langkah menekan musuh.
Baca Juga: Pertamina Buka Sumber Impor Minyak Baru, Imbas Ketegangan di Selat Hormuz
Selat Hormuz merupakan jalur pengiriman minyak paling strategis di dunia sehingga setiap gangguan pada jalur tersebut dapat memicu lonjakan harga energi global.
Penulis : Dina Karina Editor : Gading-Persada
Sumber : Antara
- indeks saham as
- wall street
- dow jones
- nasdaq
- harga minyak
- saham amerika





