JAKARTA, KOMPAS.com – Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, sempat dikira korban begal saat berteriak meminta tolong usai disiram air keras di Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis (12/3/2026).
Salah seorang warga bahkan membawa senjata tajam berupa parang ketika menghampiri Andrie setelah kejadian.
"Saat kejadian, kondisi di sini lalu lintas enggak terlalu ramai. Terus tiba-tiba langsung ada orang teriak kencang itu 'Tolong, tolong!'. Sebagian warga juga ada yang bawa sajam karena dikirain itu korban begal," ujar salah satu saksi kejadian, Buyung (32), saat dijumpai di Jalan Talang, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026).
Baca juga: Andrie Yunus Berteriak “Tolong” Usai Disiram Air Keras, 2 Pelaku Lolos Dikejar Warga
"Makanya warga sempat ada yang bawa sajam. Karena sering terjadi pembegalan di sini, sering jambret. Bawa parang, tujuan awalnya buat melindungi korban bukan buat macam-macam," tuturnya.
Baca juga: Lokasi Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Ternyata Rawan Begal dan Jambret
Warga yang membawa parang itu kemudian ikut mengerumuni Andrie dan menanyakan apa yang terjadi.
Andrie sempat mengungkapkan bahwa dirinya disiram air keras oleh orang tidak dikenal.
Setelah itu, warga menanyakan identitas dan pekerjaan Andrie.
Saat itu, Buyung melihat kulit pada bagian dada, tangan, dan mata Andrie melepuh kemerahan setelah terkena siraman air keras.
Warga pun sempat memberikan air minum kepada Andrie.
Tak lama kemudian, Andrie menghampiri sepeda motornya yang tergeletak di tepi jalan dan langsung memacu kendaraan menuju mess KontraS yang berada tidak jauh dari lokasi.
Warga sempat menawarkan untuk mengantar Andrie ke mess tersebut, namun yang dia menolak.
"Dia ngerasa masih sanggup naik motor gitu," tutur Buyung.
Sementara itu, beberapa warga lain langsung menaiki sepeda motor untuk kedua pelaku.
Dua sepeda motor warga sempat melaju mengejar pelaku, tetapi kemudian kehilangan jejak.
Buyung mengungkapkan, kasus penjambretan dan pembegalan di lokasi penyiraman air keras terhadap Andrie cukup sering terjadi, bahkan bisa berlangsung setiap dua hingga tiga bulan sekali.