FAJAR, JAKARTA – Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, mendapatkan pujian setinggi langit. Pujian itu dilontarkan langsung Juara Dunia MotoGP 2020, Joan Mir. Bahkan Mir memberikan pesan khusus agar Veda tetap konsisten setelah tampil gemilang di ajang Moto3.
Penampilan perdana Veda Ega Pratama di kelas Moto3 langsung membuktikan kelasnya sebagai talenta emas. Sejak sesi latihan, Veda sudah menunjukkan kecepatan yang sangat konsisten di lintasan balap.
Ia sukses mengamankan tiket Q2 tanpa harus melewati kualifikasi pertama yang melelahkan. Akhirnya, Veda berhasil menyentuh garis finish di posisi kelima pada balapan yang kompetitif.
Apresiasi dari Tim Honda HRC Castrol
Sepak terjang impresif Veda ternyata tidak luput dari pantauan pembalap utama Honda HRC Castrol. Joan Mir dan Luca Marini memberikan apresiasi tinggi sekaligus masukan penting bagi masa depannya.
Mereka menilai Veda memiliki pondasi yang kuat karena berasal dari jenjang balap yang tepat. Hal ini menjadi modal besar bagi pembalap Indonesia untuk bersaing di level dunia.
Wejangan Khusus dari Joan Mir
Joan Mir menyebut bahwa Veda telah melakukan pekerjaan yang sangat hebat sebagai seorang rookie. Veda dianggap sudah sangat mengenal karakter motor karena pengalaman di Asia Talent Cup.
Namun, Mir mengingatkan agar Veda tidak menganggap balapan ke depan akan selalu mudah. Ia berpesan supaya Veda tetap membumi dan terus bekerja keras menjaga konsistensi performa.
“Bakatnya sangat, sangat bagus, jadi saya harap dia bisa menjaga konsistensi. Jangan terlalu khawatir soal hasil jangka pendek, kumpulkan poin dan pengalaman untuk menjadi salah satu favorit di akhir musim,” harap Mir seperti dilansir tmcblog.com.
Pandangan Luca Marini
Senada dengan Mir, Luca Marini juga memuji potensi besar yang dimiliki oleh Veda Ega. Finis di posisi lima besar adalah hasil luar biasa untuk memulai kategori Moto3.
Marini mengingatkan bahwa perjalanan menuju kelas utama MotoGP masih sangat panjang dan juga terjal. Veda perlu meningkatkan kemampuan diri karena tantangan di Moto2 akan jauh lebih sulit. (*)





