Grid.ID – Kondisi tempat peristirahatan terakhir penyanyi Vidi Aldiano sempat menarik perhatian karena terlihat mengalami penurunan tanah atau amblas. Menanggapi hal tersebut, Djamuri, perawat makam yang sehari-hari mengurus pusara sang penyanyi, memberikan penjelasan teknis mengenai kondisi terkini makam tersebut.
Menurut Djamuri, kondisi amblas pada makam baru merupakan hal yang lumrah dan sering terjadi, terutama di tengah cuaca yang tidak menentu. Penurunan tanah ini murni disebabkan oleh faktor alamiah tanah yang belum sepenuhnya padat.
"Udah (betul), kan biasa kalau masalah makam baru tuh, ambles. Biasa kalau makam baru tuh, nggak aneh emang. Apalagi kena hujan ya blesek terus," ungkap Djamuri saat ditemui di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Jumat (13/2/2026).
Saat ini, pihak pengelola makam telah melakukan tindakan perbaikan dengan memadatkan kembali tanah dan memasang rumput di atas pusara suami Sheila Dara tersebut.
"Ini mudah-mudahan nggak blesek (amblas) lagi, insyaallah udah dipadetin," tambahnya.
Kondisi Terkini, Dipenuhi Bunga dan Mulai Menghijau
Berdasarkan pantauan terbaru di lokasi, makam Vidi Aldiano kini tampak jauh lebih rapi. Permukaan pusara telah ditutupi dengan rumput meskipun warnanya belum hijau sempurna.
Di atas makam, tergeletak banyak karangan bunga segar, mulai dari mawar merah-putih hingga rangkaian anggrek putih yang cantik, menandakan banyaknya peziarah yang datang berkunjung.
Sebuah papan nisan kayu sederhana bertuliskan "OXAVIA ALDIANO bin HARRY APRIANTO" berdiri tegak sebagai penanda sementara. Makam ini juga terlihat bersih dan terawat di tengah deretan makam lainnya.
Proses Penghijauan Menuju Makam Percontohan
Djamuri menjelaskan bahwa butuh waktu beberapa bulan agar rumput di atas pusara Vidi bisa tumbuh dengan sempurna dan terlihat asri seperti area sekitarnya.
"Antara dua bulan sampai tiga bulan (untuk menghijau). Tapi sebulan juga kayaknya udah mulai. Yang penting rutin tiap pagi sore disiramin," jelas Djamuri.
Djamuri, perawat makam Vidi Aldiano saat ditemui di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Jumat (13/2/2026).Grid.ID/Ulfa Lutfia
Ia juga mengungkapkan bahwa makam Vidi Aldiano tidak akan dibangun dengan nisan permanen yang mencolok atau kijingan yang tinggi. Hal ini dikarenakan area pemakaman tersebut merupakan area percontohan di Jakarta yang mengedepankan keseragaman dan keasrian rumput.
"Di sini buat percontohan, jadi disamain semua. Nggak ada yang timbul, yang dibangun-bangun nggak boleh. Dia rumput semua," tuturnya.
Batu Nisan Tunggu 40 Hari
Terkait batu nisan permanen yang hingga kini belum terpasang, Djamuri menyebutkan bahwa pihak keluarga biasanya menunggu momentum tertentu setelah masa berkabung awal selesai.
"Belum (datang), paling entar nunggu 40 hari kali," katanya.
Selama masa perawatan ini, Djamuri mengaku bekerja ekstra untuk memastikan makam tetap rapi meskipun banyak peziarah yang datang. Ia rutin menyiram rumput setiap pagi setelah mengantar anak sekolah dan kembali lagi pada sore hari setelah ashar untuk memastikan rumput tetap subur. (*)
Artikel Asli




