Jakarta, tvOnenews.com - Pemain muda Rafa Raditya Abdurahman tengah menikmati momen penting dalam perjalanan kariernya bersama Timnas Indonesia U-20. Bek berusia 18 tahun itu mengaku bersyukur mendapat kesempatan menjalani pemusatan latihan bersama skuad Garuda Muda di Surabaya.
Kesempatan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi Rafa yang baru pertama kali dipanggil memperkuat tim nasional kelompok usia. Ia pun tak bisa menyembunyikan rasa bangganya karena dipercaya oleh pelatih kepala yang juga legenda timnas, Nova Arianto.
“Alhamdulillah bisa dipercaya sama Coach Nova. Rafa sendiri cuma kasih yang terbaik di liga, kalau bisa dipanggil tim nasional itu bonus,” ujar Rafa, dikutip dari Antara.
Bagi Rafa, pemanggilan ke tim nasional merupakan kesempatan yang tidak datang setiap saat. Karena itu, ia bertekad memanfaatkan momen tersebut dengan menunjukkan kemampuan terbaik selama menjalani program latihan.
Selama sekitar dua pekan menjalani training camp, Rafa dan rekan-rekannya mulai diperkenalkan dengan filosofi permainan yang diterapkan di tim nasional. Menurutnya, konsep tersebut juga diselaraskan dengan pola permainan yang digunakan oleh tim senior.
“Di awal dua minggu ini kami diperkenalkan filosofi tim senior. Jadi dari tim senior ke U-20 itu sama,” jelas pemain yang saat ini membela Persija Jakarta tersebut.
Dalam program latihan tersebut, para pemain tidak hanya mempelajari taktik permainan. Mereka juga menjalani berbagai sesi latihan yang berfokus pada peningkatan kekuatan fisik serta kesiapan mental.
“Coach Nova kasih cara defending, cara attacking, dan ada juga latihan fisik di gym,” kata Rafa. Ia menilai metode latihan yang diterapkan cukup intens, tetapi sangat membantu meningkatkan kualitas pemain muda.
Rafa juga mengungkapkan bahwa pelatih menuntut setiap pemain untuk menunjukkan sikap disiplin selama menjalani pemusatan latihan. Para pemain diminta bekerja keras dan memanfaatkan kesempatan yang diberikan.
Menurutnya, pelatih tidak ingin ada pemain yang menjalani latihan dengan setengah hati. Setiap pemain harus menunjukkan keseriusan untuk bisa bertahan di skuad tim nasional.
“Coach Nova mau pemain yang agresif dan mau kerja. Dia tidak mau pemain yang hanya bercanda atau buang-buang waktu di sini,” ujarnya.




