Periuk Masih Terendam, Habib Idrus Aljufri Semprot Pemkot Tangerang: Mana Keseriusan Pemerintah?

disway.id
5 jam lalu
Cover Berita

TANGERANG, DISWAY.ID-- Kondisi banjir yang merendam kawasan Periuk Damai dan Villa Mutiara Pluit selama lima hari terakhir memicu reaksi keras dari Senayan.

Anggota DPR RI Komisi XI Fraksi PKS, Habib Idrus Aljufri, mempertanyakan efektivitas dan keseriusan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang dalam menangani bencana tahunan yang kini mencapai ketinggian hingga 5 meter tersebut.

Hingga Jumat (13/3), sejumlah titik di pemukiman warga dilaporkan masih lumpuh. Bahkan, di beberapa lokasi, hanya atap rumah yang tampak menyembul ke permukaan, memaksa warga mengungsi ke masjid-masjid dengan peralatan seadanya.

BACA JUGA:Roy Suryo Sindir Rismon yang Dapat Bingkisan Besar dari Gibran, Troya Geser Bala RRT Terkait Ijazah Jokowi

“Banjir ini sudah berlangsung selama lima hari. Tentu saja menjadi pertanyaan, sejauh mana keseriusan pemerintah daerah dalam menangani persoalan ini? Penanganan tidak boleh hanya bersifat reaktif,” tegas Habib Idrus.

Ia mendesak agar Pemkot Tangerang segera mencari solusi permanen melalui perbaikan drainase dan penataan kawasan, bukan sekadar "pemadam kebakaran" saat air sudah masuk ke rumah warga.

“Keselamatan dan kebutuhan dasar warga di pengungsian harus jadi prioritas utama,” imbuhnya.

Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tangerang mengklaim terus bekerja intensif. Kepala DPUPR, Taufik Syahzaeni, menjelaskan bahwa banjir dipicu oleh curah hujan ekstrem yang membuat Kali Cirarab meluap (overload).

Berbeda dengan wilayah timur yang sudah surut sejak awal pekan, Kecamatan Periuk memang menjadi titik penanganan paling berat karena faktor topografi yang rendah.

BACA JUGA:Prabowo Subianto Tegas Soal Kekayaan Alam: Itu Milik Negara, Bukan Pengusaha!

DPUPR telah mengerahkan 20 Pompa penyedot di Total Persada, di Perumahan Garden City sebanyak 8 Pompa, dan di kawasan Situ Bulakan sebanyak 6 Pompa.

“Sebagian pompa sempat terendam dan mati, namun sekarang sudah diperbaiki dan kembali beroperasi. Kami perkirakan genangan surut bertahap, namun Periuk Damai memang biasanya terakhir karena posisinya paling rendah,” jelas Taufik.

Dalam penanganan banjir yang terjadi pada awal pekan kemarin, Kepala Pelaksana BPBD, Mahdiar, mengungkapkan, petugas gabungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) hingga relawan telah melakukan pembersihan sisa lumpur.

BACA JUGA:Novel Baswedan Desak Presiden Soroti Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Aktivis KontraS

“Kami terjunkan mobil penyemprot air untuk mempercepat pembersihan jalan dan membantu warga membersihkan perabot yang terendam lumpur,” kata Mahdiar.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi Beberkan Kronologi Kasus Dugaan Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
Airlangga: Konsumsi Domestik Masih Kuat, Topang Stabilitas Ekonomi Indonesia
• 22 jam lalutvrinews.com
thumb
PDIP: Serangan Terhadap Aktivis KontraS Tambah Daftar Teror Bagi yang Bersuara Kritis
• 8 jam laluliputan6.com
thumb
Pemudik Mulai Padati Stasiun Gambir, Kursi Ruang Tunggu Hampir Penuh
• 5 jam laludetik.com
thumb
Jelang Lebaran, Prabowo Larang Keras Menteri dan Pejabat Gelar Open House Mewah
• 21 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.