FAJAR, JAKARTA – Teka-teki mengenai rumor kepindahan Asnawi Mangkualam ke Persib Bandung akhirnya terjawab. Eks PSM Makassar ini secara mengejutkan mengaku ditawari bergabung setiap tahun. Secara pribadi, dia setuju berseragam Maung Bandung.
Namun, meski hati sang pemain sudah berkata “ya”, kepindahan tersebut masih terganjal tembok besar. Berupa izin klub, karena masih terikat kontrak panjang.
Dalam sebuah potongan video podcast bersama Hanif Thamrin, Asnawi menegaskan bahwa tawaran dari Persib bukanlah rahasia baru baginya. Ia secara terbuka menyatakan kesediaannya untuk bergabung jika memang ada kesepakatan antar klub.
“Itu tawaran setiap tahun. Kalau saya pribadi tidak ada masalah. Saya mau. Saya mengiyakan. Tapi silakan berurusan dengan klub,” ujar eks kapten Timnas Indonesia tersebut.
Pernyataan ini diperkuat dalam perbincangan di kanal YouTube milik Greg Nwokolo. Asnawi membenarkan bahwa Persib adalah salah satu peminat paling serius dan kesepakatan transfer hampir saja terjadi.
Sayangnya, klub lamanya saat itu justru menolak melepasnya ke Super League dan memilih memperpanjang kontrak sang pemain.
Tembok Besar Bernama Port FC
Harapan Bobotoh untuk melihat Asnawi berlari di sisi sayap Persib dalam waktu dekat tampaknya harus tertunda oleh durasi kontrak. Saat ini, pria dengan nilai pasar Rp7,82 miliar tersebut masih terikat kontrak jangka panjang dengan klub Thailand, Port FC.
Setelah tampil impresif sejak Januari 2024, Port FC langsung memagari pemain asal Makassar ini dengan kontrak baru hingga 30 Juni 2029.
“Saya siap gabung asalkan mereka sanggup menebus kontrak saya di Port FC,” ungkap Asnawi dalam sesi live TikTok baru-baru ini.
Artinya, meski Asnawi sudah setuju secara pribadi untuk bergabung, Persib Bandung harus melakukan langkah besar. Caranya dengan menebus klausul kontrak jika tidak ingin menunggu hingga tahun 2029.
Mengingat performa Asnawi yang sedang di puncak, biaya transfer yang harus dikeluarkan tentu tidak sedikit. Walaupun kini sang pemain masih dalam proses penyembuhan cedera ACL.
Kini bola panas ada di tangan manajemen Persib: apakah mereka berani memecahkan rekor transfer demi memboyong sang kapten kembali ke tanah air, atau tetap membiarkannya berkelana di negeri orang? (*)





