jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni bereaksi keras atas insiden penyiraman air keras yang menimpa aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.
Politikus NasDem tersebut menjadi anggota DPR pertama yang mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus ini, dia pun meminta kepolisian bergerak cepat menangkap pelaku sekaligus mengungkap otak di balik aksi keji tersebut.
BACA JUGA: Ahmad Sahroni Desak Polisi Proses Cepat Kekerasan Seksual Atlet Panjat Tebing
Sahroni menegaskan bahwa kepolisian tidak boleh hanya berhenti pada penangkapan eksekutor di lapangan, tetapi harus mampu membedah motif di balik teror ini secara transparan kepada publik.
“Saya minta pihak kepolisian segera mengusut tuntas siapa pelaku dan dalang di balik penyerangan ini, ungkap motifnya secara terang,” ujar Sahroni saat dihubungi pada Sabtu (14/3).
BACA JUGA: Ahmad Sahroni Donasikan Seluruh Gaji, Kitabisa Siap Menyalurkan
Lebih lanjut, Sahroni mengecam segala bentuk intimidasi dan kekerasan yang menyasar warga negara. "Terlebih terhadap seorang aktivis yang tengah menjalankan peran kritisnya," urainya.
Dia menilai aksi teror ini bukan sekadar tindak kriminal biasa, melainkan ancaman nyata bagi kebebasan berpendapat di Indonesia.
BACA JUGA: MKD Sebut Tak Ada Pelanggaran Prosedur Penetapan Sahroni Sebagai Pimpinan Komisi III
“Teror seperti ini sangat tidak baik bagi iklim demokrasi kita,” tegasnya.
Sementara Koordinator Kontras Dimas Bagus Arya menceritakan bahwa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi korban serangan brutal berupa penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal (OTK) pada Kamis malam.
"Insiden tersebut terjadi sesaat setelah korban menyelesaikan agenda publik yang kritis terhadap kebijakan negara," jelasnya.
Peristiwa nahas itu berlangsung sekitar pukul 23.00 WIB di area Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Menteng, Jakarta Pusat. Andrie Yunus diketahui baru saja merampungkan proses rekaman siniar (podcast) bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia”.
"Dugaan kuat mengarah pada upaya intimidasi terencana, mengingat serangan dilakukan tepat setelah korban menyuarakan isu sensitif terkait tata kelola keamanan dan hukum di tanah air," ungkapnya.
Akibat serangan mendadak tersebut, Andrie Yunus mengalami luka bakar serius yang mencapai 24 persen di sekujur tubuhnya. Serangan air keras tersebut mengenai area sensitif termasuk wajah, mata, dada, serta kedua tangannya.
“Korban segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis intensif guna meminimalisir dampak fatal dari zat kimia berbahaya tersebut yang berisiko merusak jaringan tubuh secara permanen atau bahkan mengancam nyawa," paparnta.
Dimas dalam pernyataan resminya menegaskan bahwa tindakan biadab ini bukan sekadar kriminalitas biasa, melainkan ancaman nyata terhadap demokrasi. KontraS menilai penyiraman air keras ini merupakan pola lama yang digunakan untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat dan pembela HAM.
"Tindakan ini secara terang-terangan melanggar perlindungan hukum yang dijamin dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM serta berbagai regulasi perlindungan pembela HAM lainnya," terangnya. (cuy/jpnn)
Jangan Lewatkan Video Terbaru:
BACA ARTIKEL LAINNYA... Langkah Sahroni Tolak Gaji Tuai Perhatian, Pengamat Minta Konsistensi
Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan




