Sesuaikan dengan Kapasitas Baterai Kendaraan, Ini Perbedaan Tipe EV Charger

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Tren penggunaan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia terus meningkat seiring dengan perluasan infrastruktur pengisian daya yang didorong oleh PT PLN (Persero) bersama berbagai mitra. Namun, masih banyak pengguna yang belum memahami perbedaan jenis charging station yang tersedia serta kesesuaiannya dengan kapasitas baterai kendaraan listrik.

Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, menyampaikan bahwa pengembangan ekosistem kendaraan listrik tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada edukasi kepada masyarakat mengenai cara penggunaan yang tepat.

Baca Juga :
Tegaskan Pengguna Mobil Listrik Tak Perlu Khawatir saat Mudik Lebaran, PLN Siapkan Ini
Mudik Pakai Mobil Listrik Makin Mudah, BYD Buka Posko Mudik di 6 Lokasi Strategis

“PLN tidak hanya membangun infrastruktur pengisian daya, tetapi juga berkomitmen memberikan edukasi kepada masyarakat agar penggunaan kendaraan listrik semakin mudah, aman, dan nyaman. Dengan memahami jenis charging station yang tersedia, pengguna dapat mengoptimalkan proses pengisian daya sesuai kebutuhan mobilitas mereka,” ujar Gregorius.

Secara umum, terdapat empat jenis charging station yang dapat digunakan oleh kendaraan listrik sesuai dengan kapasitas daya dan kebutuhan pengisian baterai.

1. Standard Charging

Standard Charging merupakan metode pengisian daya menggunakan arus bolak-balik atau alternating current (AC) dengan kapasitas 7 kW ke bawah. Proses pengisian daya dengan metode ini biasanya membutuhkan waktu sekitar 6 hingga 12 jam, tergantung pada kapasitas baterai kendaraan.

Jenis pengisian ini paling banyak digunakan di rumah (home charging) dan cocok untuk kendaraan listrik dengan kapasitas baterai kecil maupun kendaraan plug-in hybrid.

2. Medium Charging

Medium Charging juga menggunakan arus AC dengan kapasitas daya lebih dari 7 kW hingga 22 kW. Dengan kapasitas yang lebih besar, waktu pengisian daya dapat berlangsung sekitar 2 hingga 4 jam.

Fasilitas ini umumnya tersedia di kantor, pusat perbelanjaan, atau area parkir publik, sehingga cocok digunakan ketika kendaraan diparkir dalam waktu beberapa jam. Pengisian daya jenis ini biasanya menggunakan perangkat wallbox charger.

3. Fast Charging

Fast Charging menggunakan arus searah atau direct current (DC) dengan kapasitas daya lebih dari 22 kW hingga 50 kW. Dengan teknologi ini, pengisian daya baterai kendaraan listrik dapat mencapai hingga 80 persen dalam waktu sekitar 30 hingga 60 menit.

Baca Juga :
Mudik EV Diprediksi Tembus 23 Ribu Kendaraan, PLN Perkuat SPKLU
Cara PLN Pastikan Perjalanan EV Aman pada Masa Periode Mudik Lebaran
PLN Cek Kesiapan SPKLU Jalur Surabaya–Bali Jelang Mudik Lebaran, Infrastruktur EV Diperkuat

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tips Mengelola Uang THR Anak agar Tidak Habis Sehari
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Pelatih Sebut Komentar Presenter TV Picu Tekanan Bagi Pemain Timnas Putri Iran
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
Komnas HAM Kecam Serangan Air Keras ke Andrie Yunus Aktivis KontraS
• 21 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
MediaTek dan Starlink Gelar Layanan Satelit Darurat untuk Perangkat Seluler
• 19 jam lalumedcom.id
thumb
Ketemu Anak Sopir Angkot, Dedi Mulyadi Ajak Bocah SD Ini Bersumpah, Ini Alasannya
• 1 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.