Prabowo Sebut Persaingan Politik Tak masalah, jika Sudah Selesai Harus Bersatu

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan, dirinya tidak keberatan dengan adanya perbedaan pendapat atau persaingan politik.

Hal ini disampaikan Prabowo saat membahas soal adanya pengamat yang suka memberikan kecemasan ke masyarakat.

"Kalau kapalnya oleng, mereka juga oleng, ya kan. Harusnya perbedaan pendapat, ya perbedaan pendapat, tidak ada masalah. Persaingan politik, bersaing politik tiap 5 tahun, di pilkada, di pileg, di pilpres, enggak ada masalah," kata Prabowo, dalam Sidang Kabinet di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Baca juga: Pesan Prabowo soal Mudik Lebaran: Utamakan Keselamatan di Jalan

Namun, ia menekankan persaingan politik tersebut seharusnya juga selesai saat kontestasi politik berakhir.

Sebab, bangsa Indonesia harus kompak dan bersatu untuk mengarungi lautan dunia yang penuh bahaya.

"Tapi, harusnya negara ini kalau sudah selesai pertandingan-pertandingan itu, harusnya kita bersatu kompak," ujar dia.

Prabowo menyebut, ada sejumlah pengamat yang tidak suka jika pemerintahnya berhasil.

Menurut dia, sikap itu sangatlah sempit dan bukan sikap patriotik.

"Mungkin karena merasa kalah tidak punya kekuasaan, atau ada pihak yang kurang rezeki, terutama maling-maling koruptor-koruptor, ya merasa rugi dong dengan pemerintahan kita, kita mau tertibkan," tutur dia.

Terkait hal ini, Kepala Negara menegaskan, dirinya rutin mendapat laporan intelijen.

Baca juga: Prabowo Minta TNI/Polri Kerahkan Semua Sarana untuk Kelancaran Mudik

Ia mengaku sudah tahu siapa dalang yang membiayai para pengamat tersebut.

"Kalau dulu kan di luar pemerintah, sekarang saya presidennya. Jadi, saya tiap hari dapat laporan intelijen. Jadi saya mengerti lah, saya sudah tahu siapa yang biayai-biayai," imbuh dia.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Kemudian, Prabowo pun menegaskan, akan menertibkan hal ini.

"Pada saatnya lah kita tertibkan itu semua tapi sekarang saya masih berusaha dengan cara-cara yang meyakinkan, saya percaya dengan evidence-based, dengan bukti rakyat kita akan mengerti," beber dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Arteta Sesalkan Arsenal ‘Kecolongan’ Saat Ditahan Imbang Bayer Leverkusen
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Foto: Bareskrim Tangkap Buronan Bandar Narkoba Jaringan Koko Erwin
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Mesenchymal Stem Cell, Pilihan Terapi Baru di Dunia Ortopedi
• 17 jam lalujpnn.com
thumb
KPK Sebut Fee Percepatan Jemaah Haji Khusus Digunakan untuk Kepentingan Pribadi Yaqut
• 21 jam lalukompas.com
thumb
Apa yang Membuat Rismon Akhirnya Mengakui Keaslian Ijazah Jokowi? Ternyata...
• 9 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.