Jakarta: Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengecam serangan terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Sebagaimana diketahui, Andrie disiram air keras oleh orang tidak dikenal pada Kamis malam, 12 Maret 2026.
Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah, meminta pihak kepolisian penanganan kasus berjalan transparan dan akuntabel. Menurutnya, hal tersebut penting untuk memastikan pemenuhan hak atas keadilan bagi korban dan keluarga serta mencegah keberulangan.
"Pihak Kepolisian agar dapat secara independen, cepat, transparan dan akuntabel melakukan proses penyelidikan dan penyidikan dalam penanganan perkara tersebut," ujar Anis, dalam keterangan resminya, Sabtu, 14 Maret 2026.
Baca Juga :
Kapolri Kawal Pengusutan Penyiraman Air Keras Wakil Koordinator KontraSLanggar UU
Anis menekankan, serangan yang dialami Andrie Yunus merupakan pelanggaran Hak atas Rasa Aman yang telah dijamin dalam Pasal 28G UUD NRI 1945, Pasal 28-35 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM. Setiap orang memiliki hak untuk dilindungi secara fisik maupun psikis, baik atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan hak miliknya.
Dia menduga kejahatan tersebut bukan kasus biasa. Melihat latar belakang Andrie Yunus, kasus tersebut bisa dilihat secara luas sebagai serangan terhadap pembela HAM.
Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Foto: Metro TV/Fachri
"Patut diduga kuat merupakan bagian dari serangan yang ditujukan terhadap Pembela Hak Asasi Manusia," jelasnya.
Pemulihan Kesehatan
Andrie Yunus usai melakukan perekaman siniar (podcast) di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI) bertajuk "Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia" yang rampung pada Kamis, 12 Maret 2026 sekitar pukul 23.00 WIB. Hasil Pemeriksaan menyatakan serangan tersebut mengakibatkan luka bakar sebanyak 24% pada tubuh korban terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata.
Anis meneyebut, pihaknya secara langsung mengunjungi keluarga korban di rumah sakit di Jakarta yang sedang mendampingi korban menjalani penanganan medis dampak serangan yang dialami. Pihaknya mendorong agar pemulihan terhadap korban berjalan optimal.
"Kami mendorong adanya pemulihan bagi korban baik secara fisik dan psikis," katanya.



