Serikat Pengemudi Beberkan Biang Kerok Kelangkaan Ojol, Imbas Tuntutan Kesejahteraan

bisnis.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI) mendesak agar rancangan peraturan presiden (Perpres) terkait ojek online (ojol) segera disahkan mengingat ‘krisis’ ojol yang kembali terjadi beberapa waktu terakhir.

Ketua SPAI Lily Pujiati menyampaikan bahwa sulitnya pelanggan mendapatkan pengemudi ojol belakangan ini diakibatkan pengemudi yang melakukan penolakan order atau tidak menyalakan aplikasi (off bid) akibat kondisi kesejahteraan ojol yang memprihatinkan.  

“Status sebagai pekerja yang belum diakui menyebabkan kondisi kerja ojol yang tidak layak dan pendapatan yang tidak manusiawi yang diciptakan oleh perusahaan platform,” kata Lily kepada Bisnis, Sabtu (14/3/2026).

Menurutnya, pengemudi selama ini hanya berstatus mitra, lantas perusahaan platform menerapkan potongan komisi yang tinggi hingga mencapai 70%.  Dia memberikan contoh apabila pelanggan membayar Rp18.000 untuk layanan pengantaran makanan, maka pengemudi hanya menerima Rp5.200.

Lily menyebut hal ini melanggar aturan pemerintah yang menetapkan potongan maksimal sebesar 20%, sehingga berakibat pada merosotnya pendapatan pengemudi. Dia juga menyoroti hal lain seperti lamanya waktu yang dihabiskan pengemudi dalam menyelesaikan order pengantaran makanan.

“Belum lagi dengan beban operasional seperti biaya bahan bakar, parkir, pulsa dan paket data, cicilan atribut helm, jaket, tas, biaya spare parts dan servis kendaraan semuanya dibebankan kepada pengemudi, bukan ditanggung platform,” ujarnya.

Baca Juga

  • Bonus Hari Raya (BHR) Driver Ojol Maxim Cair, Ini Kriteria Penerimanya
  • Viral Ratusan Ojol Padati Cibubur karena Hoaks Bagi-bagi THR
  • Kata Gojek soal Keluhan Krisis Ojol: Permintaan Naik, Driver Mudik

Oleh karena itu, SPAI kembali menekankan agar Perpres Ojol dapat segera disahkan, sehingga hak-hak dasar seperti pengakuan atas status pengemudi ojol sebagai pekerja dapat terwujud.

“Supaya kesejahteraan pengemudi ojol, taksi online, kurir dan pengantaran terjamin dengan diberikannya hak sebagai pekerja seperti hak upah minimum layak, upah lembur, jam kerja 8 jam, THR, cuti haid dan melahirkan, jaminan sosial, hak berserikat dan berunding,” ujar Lily.

Sebelumnya, perusahaan aplikator seperti Gojek dan Grab telah buka suara perihal keluhan krisis ojol oleh pelanggan. Head of Driver Operations PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Bambang Adi Wirawan mengatakan, pada periode akhir Ramadan dan menjelang libur Hari Raya Idulfitri, perusahaan melihat adanya perubahan pola pemesanan berupa lonjakan permintaan pada jam-jam sibuk, terutama di kawasan bisnis di pusat Jakarta.

Dia menjelaskan bahwa jam sibuk pada periode tersebut dimulai lebih awal dibandingkan hari biasa di luar Ramadan, yakni sejak pukul 15.30 WIB dan mencapai puncaknya pada pukul 16.00–18.00 WIB.

“Di sisi lain, pada periode akhir Ramadan, kami memahami bahwa sebagian dari mitra driver Gojek, khususnya yang beroperasi di kota-kota besar, ada yang telah pulang kampung atau mudik dan memilih menghabiskan waktu bersama keluarganya,” kata Bambang dalam keterangan resmi, Kamis (12/3/2026).

Sementara itu, Director of Mobility, Food, & Logistics Grab Indonesia Tyas Widyastuti menjelaskan secara umum layanan Grab tetap beroperasi seperti biasa. Namun, pada waktu dan area tertentu sebagian pengguna memang dapat mengalami waktu tunggu yang lebih lama dari biasanya.

“Hal ini terjadi karena dalam beberapa waktu terakhir permintaan layanan mobilitas maupun pengantaran, termasuk GrabExpress, GrabFood, dan layanan lainnya, mengalami peningkatan yang cukup tinggi,” kata Tyas kepada Bisnis pada Rabu (11/3/2026).

Di sisi lain, ketersediaan mitra pengemudi juga dipengaruhi sejumlah faktor. Tyas menyebut kondisi cuaca hujan ekstrem yang sempat menyebabkan banjir di sejumlah ruas jalan serta kepadatan lalu lintas yang lebih tinggi dari biasanya turut memengaruhi operasional di lapangan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Profil Hendarsam Marantoko: Advokat yang Kini Jabat Dirjen Imigrasi
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
Preview Dortmund vs Augsburg: Ambisi Die Borussen Jaga Tiket Liga Champions
• 13 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Purbaya Klaim Bocoran Jika Prabowo Bakal Ambil Alih PNM Dibawah Kemenkeu
• 19 jam laludisway.id
thumb
Pererat Silaturahmi, Pemkab Jeneponto Gelar Buka Puasa Bersama di Rumah Jabatan Bupati
• 13 jam laluterkini.id
thumb
Polda Metro Tes Urine Sopir Bus untuk Pastikan Mudik Lebaran Aman
• 3 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.