Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, disiram air keras saat melintasi Jalan Salemba I, Jakarta, dengan motornya pada Kamis (12/3) malam. Terduga pelaku berboncengan menggunakan motor saat melakukan aksinya.
kumparan menyambangi lokasi kejadian itu pada Sabtu (14/3). Tampak di sekitar lokasi terpasang sejumlah CCTV. Ada dua di antaranya yang menyorot ke arah lokasi kejadian tersebut.
Sementara itu, bila menyusuri ke arah terduga pelaku kabur, ada dua CCTV lagi yang menyorot ke arah jalan. Dua CCTV itu terpasang di gerbang Pusdiklat Tekfunghan Kemhan yang juga berada di jalan tersebut.
Kondisi jalanan sendiri tak begitu ramai meski masih siang hari. Tak banyak warga yang nongkrong di sekitar jalan itu.
Seorang pedagang di sekitar lokasi menjelaskan, jalanan itu makin sepi ketika malam hari tiba.
Sambil bercanda, ia menantang: “Jalan saja sendirian main HP di sini,” ucap dia.
Karena kondisinya yang sepi itu, dia menyebut jalanan tersebut kerap dipakai tawuran oleh gangster.
“Iya, (mereka) tawuran,” jelasnya.
Senada, seorang penjaga keamanan kampung bernama Zubair menyebut kerap terjadi kriminalitas karena kondisi jalanan yang sepi. Selain tawuran, kerap ada begal hingga jambret beraksi di jalanan itu.
“(Suka ada) begal, kecelakaan,” tutur Zubair saat ditemui.
“Termasuk ponakan saya pernah dijambret HP-nya. Sering (kejadian), soalnya sepi, Bang,” tambahnya.
Akibat kejadian penyiraman air keras itu, Andrie mengalami luka bakar 24 persen di sekujur tubuhnya, dengan kondisi paling parah pada mata kanan.
Kasus ini pun menjadi perhatian pemerintah hingga DPR. Sementara itu, polisi masih melakukan penyelidikan.





