Purbaya Klaim Suntikan Rp200 Triliun ke Perbankan Berbuah Manis

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa kebijakan penyuntikan likuiditas Rp200 triliun kepada perbankan Tanah Air telah membuahkan hasil pada awal tahun ini.

Dia menjelaskan bahwa Kementerian Keuangan RI melakukan koordinasi fiskal dan moneter dengan Bank Indonesia (BI) secara terus-menerus. Hasilnya menurutnya fundamental ekonomi bisa terjaga.

"Seperti waktu dulu kan saya inject uang Rp200 triliun dan lebih. Nah sekarang uangnya masih di sana, saya jaga di sana untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi," kata Purbaya dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada Jumat (13/3/2026).

Dia menjelaskan imbas suntikan likuiditas Rp200 triliun ke perbankan itu, M0 money base atau basis moneter uang primer per Februari 2026 telah tumbuh 14,2%.

"Jadi ini sudah cukup memberi, meminyaki pertumbuhan ekonomi," kata Purbaya. 

Kemudian, di perbankan, kredit serta dana pihak ketiga (DPK) pun menanjak. Dia menjelaskan bahwa pada Januari 2026, kredit perbankan telah tumbuh 10% secara tahunan (year on year/yoy). Dia meyakini kredit akan tumbuh lebih tinggi lagi pada Februari 2026. Lalu, DPK perbankan tumbuh 13,5% yoy per Januari 2026. 

Baca Juga

  • Respons Positif Tambahan Dana Purbaya, Ini Rencana Bos BTN (BBTN)
  • Harga Minyak Dunia Naik, Purbaya Ungkap Rekam Jejak RI Lolos Atasi Krisis
  • Purbaya Jekaskan ke Prabowo soal Kritik Rupiah Hancur: Daya Tahan Kita Bagus

"Ini semua angka yang cukup sehat. Bunga juga turun karena kita maintain likuiditas di pasar," jelas Purbaya. 

Sebagaimana diketahui, tahun lalu pemerintah memberikan suntikan likuiditas bagi perbankan dengan menempatkan dana pemerintah di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Penempatan dana itu meliputi PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) Rp55 triliun, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) Rp55 triliun, PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI) Rp55 triliun, PT Bank Tabungan Negara Tbk. (BBTN) Rp25 triliun, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) Rp10 triliun.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa langkah Kementerian Keuangan yang menempatkan dana besar di bank-bank pelat merah pada tahun lalu merupakan bagian dari upaya mendorong sisi penawaran (supply side) ekonomi nasional.

"Artinya Rp200 triliun ini supaya para bankir ‘bangun’. Tadinya sudah menghitung bonus, tapi sekarang harus putar otak bagaimana dalam tiga bulan cost of fund-nya bisa lebih rendah, agar uang ini bekerja,” ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Tegaskan Semua Kekayaan Alam Indonesia Milik Negara, Bukan Pengusaha
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Setelah Terima THR 2026, Pensiunan PNS Dapat Gaji 13! Cek Jadwal Pencairan di Taspen dan Asabri
• 8 jam laluharianfajar
thumb
Debut di Timnas Indonesia, Calon Penerus Jay Idzes Berusia 18 Tahun Ini Girang Dapat Kesempatan TC Bersama Garuda Muda
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Kemendagri Dorong Pengendalian Pencemaran Udara Berbasis Data dan Kolaborasi
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Wagub Jateng Minta Pengemudi dalam Kondisi Fit Sebelum Perjalanan
• 10 menit lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.