Peraih Kalpataru Pdt. Rasely Sinampe Doakan DPRD dan Pemkab Tana Toraja Sadar terhadap Bahaya Geothermal

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, TANA TORAJA – Gelombang penolakan terhadap rencana proyek geothermal di Bittuang, Tana Toraja, terus membesar. Peraih penghargaan Kalpataru kategori Pembina, Pdt. Rasely Sinampe, juga bersuara.

Pdt. Rasely sadar terhadap bahaya geothermal. Sekaligus mendoakan agar Pemerintah Kabupaten dan DPRD Tana Toraja terketuk hati nuraninya melihat persoalan ini.

Menurutnya, geothermal mengancam masa depan Toraja sebagai menara air dan wilayah rawan bencana. Makanya dia menuntut transparansi terkait data lingkungan yang selama ini dianggap tidak realistis.

“Ayo masyarakat, kita berjuang. Semoga hati nurani para anggota dewan dan jajaran Pemkab Tana Toraja—termasuk Bupati Zadrak Tombeg, Wakil Bupati Erianto Laso Paundanan, hingga Dinas Lingkungan Hidup setempat—terbuka,” ujar Rasely, Sabtu (14/3/2026).

“Saya berharap mereka memiliki pemikiran cemerlang bahwa geothermal adalah bentuk pengrusakan daerah, apalagi mengingat Toraja merupakan menara air sekaligus daerah rawan gempa dan fenomena alam lainnya,” tambahnya.

Pendeta Gereja Toraja yang pernah menulis tesis terkait “Misi Ekologis Kontekstual” ini menegaskan bahwa Toraja memegang peran krusial sebagai penyuplai air bagi kabupaten-kabupaten di sekitarnya.

“Selain untuk masyarakat Toraja sendiri, air ini juga menjadi penyuplai bagi kabupaten di sekitar kita. Oleh karena itu, ada hal-hal yang harus tetap kita jaga kelestariannya daripada mengambil risiko dengan merusak alam,” tuturnya.

Ia menambahkan, momentum perayaan Hari Ulang Tahun Gereja Toraja ke-79 diharapkan dapat menyadarkan seluruh masyarakat Toraja bahwa upaya menjaga alam adalah tanggung jawab yang harus dilakukan sejak dini.

“Jangan hanya sekadar hadir dalam momentum seremonial belaka. Mari kita jaga stabilitas antarsesama manusia, termasuk hubungan antara manusia dan alam. Jika kita menjaga alam, maka alam akan merawat kita, baik di wilayah Tana Toraja, Toraja Utara, maupun di mana pun kita berada,” jelasnya.

Rasely juga menyoroti pentingnya transparansi data dan kejujuran dalam proses perencanaan proyek. “Kalau mau buka-bukaan data, keberpihakan kita harus jelas. Jangan hanya membuat AMDAL yang tidak real (tidak sesuai kenyataan),” tegasnya.

Sebagai penutup, ia mengajak seluruh pihak untuk kembali mendengarkan nurani dalam menjaga kelestarian lingkungan. “Sekeras apa pun manusia, pasti akan ada hati nurani dalam hal menjaga alam. Semoga. Mari kita saling mengingatkan,” pungkasnya. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bulog Bengkalis Salurkan Bantuan Beras dan Minyak Goreng untuk 61.301 Penerima
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
DPR Soroti Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Andrie Yunus, Diduga Bukan Kriminal Biasa
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Turuti Arahan Prabowo, Menpar Siapkan Promosi 118 Destinasi Wisata
• 13 jam lalubisnis.com
thumb
Max Verstappen Frustrasi Finis Kesembilan di Sprint Race F1 GP China 2026, Mad Max: Mobil Red Bull Seperti Tak Bisa Dikendarai
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Serikat Pengemudi Beberkan Biang Kerok Kelangkaan Ojol, Imbas Tuntutan Kesejahteraan
• 6 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.