BMKG Ingatkan Ancaman Kemarau Kering 2026, Puncaknya Agustus

liputan6.com
19 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk mewaspadai musim kemarau pada 2026. Musim kemarau tahun ini diprediksi akan berbeda dengan tahun lalu.

Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo mengatakan, pada 2026 musim kemarau akan lebih kering dibandingkan dengan 2025.

Advertisement

BACA JUGA: Prakiraan Cuaca Jabodetabek Hari Ini 14 Maret 2026: Cerah Hingga Hujan Ringan

“Untuk tahun 2026, sifat curah hujan diprakirakan di bawah normal sehingga musim kemarau diprakirakan lebih kering dibandingkan kondisi normalnya,” kata dia, Sabtu (14/3/2026).

Selain itu, BMKG juga memprakirakan periode musim pancaroba atau transisi dari musim hujan ke kemarau terjadi pada April hingga Mei 2026.

“Pada masa tersebut masyarakat diimbau mewaspadai potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat disertai petir dan angin kencang, termasuk kemungkinan angin puting beliung serta kondisi cuaca yang terasa cukup panas,” kata Teguh, dikutip dari Antara.

Sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mulai memasuki musim kemarau secara bertahap pada April hingga Juni 2026. Musim kemarau diprediksi lebih dulu muncul di wilayah Nusa Tenggara, kemudian meluas ke berbagai daerah lain di Indonesia.

Secara umum, awal musim kemarau tahun ini diperkirakan datang lebih cepat dari biasanya di banyak wilayah, sementara sebagian daerah lainnya diprediksi mengalami waktu yang relatif sama dengan kondisi normal.

Selama periode kemarau, sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mengalami curah hujan di bawah normal atau lebih kering dibandingkan biasanya. Kondisi ini berpotensi membuat cuaca terasa lebih panas dan kering di berbagai daerah.

Puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada Agustus 2026 di sebagian besar wilayah Indonesia. Bahkan, di banyak daerah puncak kemarau diperkirakan datang lebih awal dari biasanya.

Selain itu, musim kemarau tahun ini juga diprediksi berlangsung lebih panjang di lebih dari separuh wilayah Indonesia, sehingga masyarakat diimbau untuk bersiap menghadapi periode kering yang lebih lama.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dokter Ortopedi Ungkap Pemicu Utama Cedera: Bukan Pertandingan, tapi Kurang Istirahat
• 21 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Novel Baswedan Sebut Serangan ke Aktivis KontraS Andrie Yunus Diduga Bertujuan Membunuh
• 20 jam laludisway.id
thumb
Trump Bingung saat Ditanya Akhir Serangan ke Iran
• 13 jam lalumediaindonesia.com
thumb
KAI Prediksi Puncak Arus Mudik 15 Maret 2026, Lebih dari 51 Ribu Penumpang Berangkat dari Jakarta
• 21 jam lalusuara.com
thumb
Pengacara Teddy Pardiana Sebut Reaksi Sule Berlebihan soal Penetapan Ahli Waris
• 8 menit lalukumparan.com
Berhasil disimpan.