Kronologi Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras, Alami Luka Bakar 24 Persen

grid.id
4 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Kronologi aktivis KontraS Andrie Yunus disiram air keras menjadi sorotan publik setelah peristiwa kekerasan itu terjadi di kawasan Salemba, Jakarta Pusat. Serangan terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) tersebut terjadi saat Andrie Yunus baru saja menyelesaikan aktivitasnya pada Kamis (12/3/2026) malam.

Peristiwa ini bukan hanya menimbulkan luka bakar serius di sejumlah bagian tubuh korban, tetapi juga memunculkan kekhawatiran atas keselamatan pembela hak asasi manusia di Indonesia. Polisi telah membenarkan adanya kejadian tersebut dan menyatakan penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap pelaku serta motif di balik serangan.

Di sisi lain, KontraS menilai insiden ini sebagai bentuk ancaman terhadap suara-suara kritis masyarakat, khususnya pembela HAM. Berikut kronologi aktivis KontraS Andrie Yunus disiram air keras secara lengkap berdasarkan rangkaian keterangan saksi, KontraS, dan kepolisian.

Kronologi Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras

Berdasarkan penjelasan Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, kronologi aktivis KontraS Andrie Yunus disiram air keras bermula sesaat setelah Andrie (27) menyelesaikan perekaman siniar atau podcast bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia”. Kegiatan tersebut digelar di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Jakarta dan rampung sekitar pukul 23.00 WIB pada Kamis, 12 Maret 2026.

Setelah acara selesai, Andrie meninggalkan lokasi dengan mengendarai sepeda motor miliknya. Saat Andrie sedang melintas di Jalan Salemba I-Talang atau kawasan Jembatan Talang, Senen, Jakarta Pusat, dua orang laki-laki yang mengendarai satu sepeda motor menghampiri Andrie dari arah berlawanan.

Mengutip Serambinews.com, kedua pelaku diduga menggunakan sepeda motor Honda Beat keluaran tahun 2016 hingga 2021. Pelaku pertama yang berperan sebagai pengendara disebut mengenakan kaus kombinasi putih-biru, celana gelap yang diduga berbahan jeans, serta helm hitam.

Sementara pelaku kedua yang duduk di belakang mengenakan penutup wajah atau masker menyerupai buff berwarna hitam yang menutupi setengah wajah. Ia juga memakai kaus biru tua dan celana panjang biru yang dilipat hingga pendek, yang diduga berbahan jeans.

Salah satu pelaku diduga menyiramkan cairan berbahaya atau air keras ke arah Andrie saat mereka berpapasan. Siraman itu datang dari arah depan dan langsung mengenai sebagian tubuh korban. Menurut keterangan Dimas, serangan tersebut terjadi sekitar pukul 23.37 WIB. 

Akibat serangan tersebut, Andrie kehilangan kendali atas sepeda motor yang dikendarainya hingga akhirnya terjatuh. Serangan mendadak itu membuat situasi di lokasi menjadi panik, terutama karena korban langsung merasakan sensasi panas hebat akibat cairan yang mengenai tubuhnya.

Salah satu saksi mata bernama Buyung (32) menceritakan bahwa ia mendengar teriakan keras dari arah Jembatan Talang menjelang tengah malam. Saat itu, Buyung sedang bermain gitar bersama rekannya di ujung jembatan.

 

Dalam kesaksian yang memperkuat kronologi aktivis KontraS Andrie Yunus disiram air keras, Buyung mengatakan tiba-tiba terdengar teriakan “Tolong! Tolong!” dengan suara sangat keras. Mendengar hal itu, ia langsung meletakkan gitarnya dan menuju sumber suara. 

Setibanya di lokasi, Buyung melihat sepeda motor korban sudah tergeletak. Andrie tampak kepanasan dan kesakitan. Bajunya juga sudah sobek karena disobek sendiri oleh korban setelah terkena air keras.

Belasan warga disebut telah mengerumuni korban ketika Buyung tiba di tempat kejadian. Situasi saat itu dipenuhi kepanikan karena Andrie terlihat meringis menahan sakit akibat luka bakar.

Saat warga mendekat dan menanyakan apa yang terjadi, Andrie mengaku dirinya baru saja disiram air keras oleh orang yang tidak dikenal. Warga juga sempat menanyakan identitas korban. Andrie kemudian menyebut dirinya sebagai aktivis KontraS. Dari pengamatan saksi, bagian dada, tangan, dan mata Andrie tampak melepuh kemerahan akibat terkena cairan tersebut.

Setelah kejadian, warga sempat memberikan air minum kepada Andrie Yunus. Meski dalam kondisi kesakitan, korban masih berusaha mendekati sepeda motornya yang tergeletak di lokasi.

Andrie kemudian memacu sepeda motornya menuju mess KontraS yang lokasinya tidak jauh dari tempat kejadian. Warga sempat menawarkan bantuan untuk mengantarkan korban ke mess tersebut, namun Andrie menolak. Menurut keterangan Buyung, korban merasa masih sanggup mengendarai motor sendiri.

Buyung juga menyebut beberapa warga sempat mengejar pelaku. Dua sepeda motor warga melaju ke arah yang diduga menjadi jalur kabur pelaku.

Namun, upaya pengejaran itu tidak membuahkan hasil karena kehilangan jejak. Kedua pelaku akhirnya berhasil melarikan diri dan tidak terkejar.

Andrie Dibawa ke RSCM

Setelah kejadian, Andrie sempat meminta bantuan kepada rekannya yang berinisial RFA (30). Rekannya itu kemudian segera membawa korban ke Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk mendapatkan penanganan medis. Saat ini, Andrie diketahui masih menjalani perawatan intensif di RSCM. Dari hasil pemeriksaan, korban disebut mengalami luka bakar sekitar 24 persen.

Akibat serangan tersebut, Andrie Yunus mengalami luka pada sejumlah bagian tubuh. Berdasarkan keterangan kepolisian dan KontraS, luka ditemukan di tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta mata kanan. Koordinator Badan Pekerja KontraS Dimas Bagus Arya juga menegaskan bahwa luka korban terutama berada pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata.

 

Menurut Dimas, hasil informasi yang dihimpun tidak menunjukkan adanya unsur perampasan dalam serangan tersebut. KontraS menilai penyiraman air keras itu merupakan upaya untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat, khususnya pembela hak asasi manusia.

Keterangan Polisi 

Polda Metro Jaya membenarkan adanya dugaan penyiraman cairan berbahaya terhadap Andrie Yunus. Pihaknya tengah mendalami kronologi aktivis KontraS Andrie Yunus disiram air keras ini secara menyeluruh.  

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, berjanji akan mengungkap pelaku dan motif serangan. "Saat ini korban telah mendapatkan penanganan medis di RSCM, dan kepolisian sedang melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk mengungkap pelaku serta motif di balik kejadian tersebut,” ujar Budi Hermanto dalam keterangannya.

Selain itu, masyarakat yang mengetahui peristiwa tersebut atau memiliki informasi terkait juga diimbau segera melapor ke pihak kepolisian terdekat. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat pengungkapan identitas pelaku.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, mengatakan hingga saat ini korban belum membuat laporan resmi ke kepolisian. Meski begitu, polisi tetap bergerak melakukan penyelidikan.

Polisi menyebut identitas pelaku akan diungkap melalui scientific investigation atau investigasi ilmiah. "Kami sedang melakukan penyelidikan untuk mengetahui identitas pelaku melalui scientific investigation," ungkap Heri, dikutip dari Kompas.com, Sabtu (14/3/2026).

Aparat juga telah melakukan pengecekan di lokasi kejadian perkara (TKP) tempat penyiraman air keras terjadi. Meski motif resmi belum disimpulkan, rangkaian peristiwa dalam kronologi aktivis KontraS Andrie Yunus disiram air keras membuat kasus ini terus menjadi perhatian publik. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Akselerasi Transisi Energi di Desa Banjarsari Demak Terganjal Efisiensi Anggaran
• 13 jam lalubisnis.com
thumb
Empat Khalifah-Empat Krisis: Ujian Berat di Awal Sejarah Islam
• 8 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Iran Ancam Balasan Mematikan Jika AS Target Pemimpin Mojtaba
• 5 jam lalucelebesmedia.id
thumb
AS Gempur Kharg Island, Pulau Minyak Strategis Iran Dibombardir Saat Perang Memanas
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Profil dan Jejak Karier Syekh Ahmad Al Misry yang Terseret Kasus Pelecehan Sesama Jenis, Pendakwah Asal Mesir
• 8 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.