JAKARTA, KOMPASTV — Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan mantan penyidik KPK Novel Baswedan meminta perhatian Presiden Prabowo Subianto terkait kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Andrie Yunus.
Permintaan itu disampaikan usai keduanya menjenguk Andrie yang masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, Sabtu siang.
Novel menilai penyerangan terhadap Andrie merupakan persoalan serius karena korban dikenal sebagai aktivis yang memperjuangkan kepentingan publik, termasuk isu demokrasi dan kemanusiaan.
“Bahkan dari Presiden pun harus memberikan perhatian soal ini. Karena ini orang yang memperjuangkan kepentingan umum,” kata Novel.
Menurut Novel, menduga pelaku beraksi secara terorganisir dan kemungkinan telah lebih dulu memantau aktivitas korban.
“Dari CCTV terlihat pelakunya bukan satu orang dan seperti sangat terorganisir. Jadi ini bukan kejahatan spontan,” ujarnya.
Ia menegaskan proses penyelidikan harus dilakukan secara objektif dan menyeluruh untuk mengungkap motif serta pihak yang berada di balik penyerangan tersebut.
Menurut Anies, penegakan hukum tidak hanya harus menyasar pelaku di lapangan, tetapi juga mengungkap kemungkinan adanya aktor intelektual di balik serangan tersebut.
“Kita tentu marah dan ingin pelakunya segera ditangkap. Tapi kemarahan itu harus disalurkan secara rapi agar menjadi daya tekan untuk penyelidikan sampai tuntas,” kata Anies.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Video Editor: Vila Randita
Baca Juga: DPR Soroti Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Andrie Yunus, Diduga Bukan Kriminal Biasa
Penulis : Yuilyana
Sumber : Kompas TV
- anies baswedan
- novel baswedan




